Khutbah Jumat
Renungan Akhir Tahun
Khutbah Pertama
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِی هَدَىٰنَا لِهَـٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهۡتَدِیَ لَوۡلَاۤ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ
.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
Kaum muslimin rahimakumullah
Tahun demi tahun, bulan demi bulan, pekan demi pekan, hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik silih berganti, waktu demi waktu berlalu begitu cepat, rasa-rasanya baru saja kita memasuki hari pertama tahun 1441 Hijriah, hari ini kita sudah berada pada Jumat terakhir tahun ini, tanggal 24 Dzulhijjah 1441 Hijriah.
Waktu adalah salah satu makhluk yang Allah Ta’ala bersumpah dengannya, karena begitu pentingnya perkara waktu ini untuk diperhatikan. Allah Ta’ala bersumpah dengan waktu subuh, dengan waktu duha, dengan waktu malam, dengan waktu siang, dengan waktu secara umum. Allah Ta’ala berfirman,
وَٱلۡفَجۡرِ وَلَیَالٍ عَشۡرࣲ وَٱلشَّفۡعِ وَٱلۡوَتۡرِ وَٱلَّیۡلِ إِذَا یَسۡرِ
Demi fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan yang ganjil, demi malam apabila berlalu.
(Qs Al-Fajr 89:1-4)
وَٱلَّیۡلِ إِذَا یَغۡشَىٰ وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ
“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang.”
(Qs Al-Lail 92:1-2)
وَٱلضُّحَىٰ وَٱلَّیۡلِ إِذَا سَجَىٰ
“Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi.
[Qs Adh-Dhuhaa 93:1-2)
وَٱلۡعَصۡرِ
“Demi masa.”(Qs Al-‘Ashr 103:1)
Kita hidup di Dunia fana ini, dalam waktu yang sangat sedikit, kita perhatikan hidup kita bertahun-tahun, tapi itu hanyalah seseaat dibandingkan dengan kehidupan Akhirat.
Waktu yang kita miliki bukanlah untuk menghabiskannya begitu saja, menghamburkanya dalam kesia-siaan, berbuat seenak hawa nafsu kita, bukan untuk itu, tetapi untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya dengan membawa bekal takwa sebagai persiapan menghadap Allah Ta’ala di Akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
قَـٰلَ كَمۡ لَبِثۡتُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ عَدَدَ سِنِینَ قَالُوا۟ لَبِثۡنَا یَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ یَوۡمࣲ فَسۡـَٔلِ ٱلۡعَاۤدِّینَ قَـٰلَ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا قَلِیلࣰاۖ لَّوۡ أَنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ أَفَحَسِبۡتُمۡ أَنَّمَا خَلَقۡنَـٰكُمۡ عَبَثࣰا وَأَنَّكُمۡ إِلَیۡنَا لَا تُرۡجَعُونَ
“Dia (Allah) berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” Dia (Allah) berfirman, “Kalian tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kalian benar-benar mengetahui.”Maka apakah kalian mengira, bahwa Kami menciptakan kalian main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?!.” (Qs Al-Mu’minun 23:112-115)
Kaum muslimin hafizhakumullah
Waktu adalah salah satu di antara kenikmatan yang banyak manusia lalai dengannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR Al-Bukhari 6412)
Padahal waktu yang kita miliki akan ditanya di Akhirat kelak, apa yang telah kita gunakan dengan umur yang Allah Ta’ala berikan, apa yang telah kita habiskan dengan usia kita?!. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR At-Tirmidzi no. 2417, dishahihkan al-Albani)
Bahkan kita semua ini ibarat waktu, setiap kita ada kumpulan hari, jika sehari telah berlalu maka berlalu pulalah sebagian dari diri kita. Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,
ابْنَ آدَمَ ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ ، فَكُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya)
Dan perlu kita ingatkan kembali bahwa waktu kita di Dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala bukan selain tujuan tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs Adz-Dzariyat 51:56)
Hanya saja Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ibadah itu sekedar pada kewajiban-kewajiban saja, tapi ada 5 pintu ibadah yang mesti kita perhatikan agar semua aktifitas waktu kita bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala.
Apa pintu-pintu ibadah?
1. Pintu Ibadah melakukan yang wajib. Contohnya: Shalat 5 waktu, menunaikan zakat, puasa ramadhan, haji dan umrah bagi yang mampu, berbakti kepada ke dua orang tua, dan seterusnya.
2 Pintu ibadah melakukan yang sunnah. Contohnya: Shalat sunnah rawatib, witir, tahajjud, sedekah, puasa senin kamis, dan lainnya.
3. Pintu ibadah dengan tidak bermaksiat. Contohnya: tidak mencela, menggibah, judi, riba, minum khamr, zina, dan lain-lain.
4. Pintu ibadah dengan amalan hati. Contohnya: ikhlas, takut, cinta, berharap, dan semisalnya yang diperuntukkan kepada Allah Ta’ala.
5. Pintu ibadah dengan melakukan hal yang mubah dengan niat ibadah. Contohnya: tidur dan makan minum untuk kuat ibadah, berpakaian yang indah karena Allah Ta’ala suka yang indah, melakukan yang baik dengan tangan kanan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan dengan kanan, dan seterusnya
Kaum muslimin a’anakumullah
Terakhir kami ingatkan diri kami pribadi dan jamaah sekalian
Boleh jadi tahun ini adalah tahun terakhir kita hidup di dunia ini, boleh jadi jumat ini adalah jumat terakhir yang akan kita jumpai, boleh jadi kita tidak sempat lagi keluar dari masjid ini karena kematian telah datang kepada kita sesaat lagi. Maka mari kita semuanya berbenah diri, menggunakan waktu-waktu yang sedikit ini semuanya dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala dengan melakukan pintu-pintu ibadah yang telah kita sebutkan tadi.
Semoga Allah Ta’ala memberikan kita taufiq dalam menggunakan waktu-waktu kita dengan sebaik-baiknya
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
.الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ
.وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
Sidang shalat Jumat rahimakumullah
Beberapa hari kemudian insyaallah, negeri kita akan memperingati hari kemerdekaan. Perlu kita ingatkan bahwa kemerdekaan dalam islam tidaklah dilihat hanya dari satu sisi yaitu kebebasan dari para penjajah negeri, tetapi yang paling inti dari sebuah kemerdekaan adalah ketika kita bebas menyembah Allah Ta’ala semata, tidak terjajah oleh kesyirikan, kemaksiatan, kesibukan dunia, dan kesia-siaan dalam memaksimalkan waktu yang kita miliki sehingga waktu digunakan hanya sedikit untuk Allah Ta’ala atau bahkan melupakan-Nya, wal ‘iyadzubillah.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ
رَبَّنَا اَتِنَافىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia