- Pendidikan Sebagai Kemaslahatan Sosial
Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari pernikahan. Sebab pernikahan adalah gerbang awal lahirnya generasi. Karena itu, Syaikh Prof. Dr. Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan ada beberapa tunjuan dan manfaat pernikahan. Berikut penjelasannya.
- Melindungi kelangsungan Hidup Manusia
Dengan pernikahanlah garis keturunan manusia akan berlangsung, menjadi banyak, dan bersambung hingga Allah mewariskan bumi-Nya dan siapa yang menghuninya. Al- Qur’an telah menjelaskan tentang adanya hikmah sosial dan kemaslahatan manusia dalam firman-Nya :
“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-nya yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak..” { Q.S. Annisa [4] :1}
- Menjaga Nasab
Dengan jalan pernikahan yang disyariatkan Allah, maka anak- anak akan merasa bangga dengan bapak- bapak mereka sebagai orang tua. Kalau sekiranya tidak melalui jalan pernikahan yang disyariatkan oleh Allah, maka akan cacatlah suatu masyarakat yang di dalamnya terdapat anak- anak yang tidak memiliki keturunan dan kehormatan.
- Melindungi Masyarakat dari Kerusakan Moral
Dengan jalan pernikahan, masyarakat akan terselamatkan dari penyimpangan moral dan keretakan hubungan kemasyarakatan. Tidak diragukan lagi bagi orang yang memiliki pemahaman bahwa naluri terhadap lawan jenis itu bisa dipuaskan dengan jalan pernikahan yang disyariatkan dan hubungan yang halal. Jika tindakan ini diamalkan maka ummat baik secara individu maupun kolektif akan terhiasi dengan adab yang utama dan akhlak yang baik.
“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yamg mampu menikah maka menikahlah karena ia bisa menjaga mata dan melindungi kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu maka perbanyaklah berpuasa karena sesungguhnya ia adalah perisai.“ [HR. muslim]
- Melindungi Masyarakat dari Berbagai Penyakit
Pernikahan juga menjadi faktor penting untuk menghindarkan masyarakat dari perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, (free sex), dan perbuatan menyimpan lainnya. Perbuatan tersebut bisa mengakibatkan penaykit yang mematikan seperti syphilis (penyakit kelamin), kencing nanah, dan yang lainnya yang bisa membunuh keturunan.
- Ketentraman Jiwa dan Rohani
Pernikahan adalah jalan menumbuhkan rasa kasih sayang, kecintaan, dan kelemahlembutan antara suami istri.
- Pernikahan Berdasarkan Pilihan
- Memilih (pasangan) berdasarkan pondasi agama
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dam Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
”Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya niscaya kamu akan beruntung.”
- Memilih berdasarkan keturunan dan kemuliaan
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa manusia itu ibarat logam yang memiliki kadar kemulian, kebaikan, dan keburukan yang berbeda-beda. Dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi, Ibnu Mani’ Al-Askari, dari Abu Hurairah :
”Manusia itu ibarat logam dalam kebaikan dan keburukannya. Orang yang paling baikdi masa jahiliyah juga akan menjadi yang paling baik didalam agama islam seandainya mereka berilmu.”
- Memilih orang jauh dari hubungan kekerabatan
Termasuk dalam arahan agama islam yang bijaksana dalam memilih seorang istri, yaitu mengutamakan wanita yang asing dari pada wanita yang memiliki hubungan kedekatan nazab dan hubungan. Hal ini untuk menjauhkan fisik anak dari pengaruh penyakit-penyakit yang menular atau cacat bawaan, serta untuk memperluas ruang lingkup kekeluargaan dan mengokohkan ikatan-ikatan sosial.
- Lebih mengutamakan menikahi yang gadis dan wanita yang subur
Maksudnya tentang keutamaan ‘Aisyah disamping istri-istri nabi yang lainnya, dikarenakan beliau tidak menikahi seorang gadispun kecuali ‘Aisyah. Beliau menjelaskan hikmah dari menikahi seorang gadis dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Baihaqi :
“Hendaklah kalian manikahi para gadis, karena mereka itu lebih manis pembicaraannya, lebih banyak melahirkan anak, serta lebih ridho dengan yang sedikit.”