Khutbah Jumat
Menjadi Lebih Baik Dari Tahun-Tahun Yang Telah Berlalu
Khutbah Pertama
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِی جَعَلَ ٱلَّیۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةࣰ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن یَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورࣰا
.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
Kaum muslimin rahimaniyallahu waiyyakum
Tahun 1441 Hijriyah telah berlalu, dan sekarang kita berada pada hari Jumat pertama di tahun 1442 Hijriyah, terkumpul padanya dua waktu mulia, hari Jumat dan bulan Muharram yang merupakan bulan dihormati di antara 4 bulan. Pahala dilipat gandakan, dan dosa lebih besar dari hari dan bulan lainnya.
Telah kita sebutkan pada pembukaan khutbah suatu ayat yang sangat agung memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan memperhatikan apa saja yang diperbuat untuk hari kemudian. Allah Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan.” (Qs. Al-Hasyr 59:18)
Dalam satu ayat ini, Allah Ta’ala menyebutkan sebanyak dua kali perintah bertaqwa, menujukkan bahwa ketaqwaan adalah suatu perintah yang begitu agung untuk kita perhatikan. Dan di antara kedua perintah taqwa itu, ada perintah untuk memperhatikan persiapan hari akhirat, dengan apa? Lagi-lagi dengan ketaqwaan, dan itulah sebaik-baik bekal dan persiapan. Allah Ta’ala berfirman dalam ayat yang lain,
وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُۗ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
“Segala yang baik yang kalian kerjakan, Allah Maha mengetahuinya. Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (Qs. Al-Baqarah 2:197)
Kaum muslimin hafizhaniyallahu waiyyakum
Taqwa, sebagaimana yang telah kita ketahui di antara definisinya adalah melakukan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Maka perintah-perintah yang telah kita lalaikan, tidak mengerjakannya dengan maksimal, atau bahkan sama sekali tidak menunaikannya, dan larangan-larangan yang telah kita dekati, atau bahkan terjerumus ke dalamnya, mari sejak sekarang di tahun baru ini kita berbenah diri menjadi lebih baik dari tahun-tahun yang telah berlalu.
Istiqomah bukanlah apa yang tetap stabil, tidak mengerjakan apa-apa, tapi bagaimana kita menjadi orang yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya, yang terus maju, mempersiapkan bekal, dan selalu konsisten dalam memperbanyak kuantitas bekal dan terus memperbaiki mutu dan kualitasnya. Allah Ta’ala berfirman,
لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ
“Bagi siapa di antara kalian yang ingin maju atau mundur.” (Qs. Al-Muddatstsir 74:37)
Jika tidak menyibukkan diri-diri kita dalam kebaikan, maka kita akan tersibukkan dalam kesia-siaan, atau bahkan dalam lubang kemaksiatan, na’udzubillah mindzalik.
Kaum muslimin ghafarallahu li wa lakum
Jika dulu kita malas melakukan kebaikan, maka sejak sekarang buat perencanaan harian, dimuhasabah setiap malamnya sebelum tidur, instrospeksi diri, “apakah saya sudah berbuat baik hari ini? maksiat apa yang telah saya lakukan hari ini?”, dan maafkan seluruh orang yang telah berbuat salah kepada kita.
Buat perencanaan membaca al-Quran setiap harinya, misalnya satu juz, dan jadikan waktu kita dengan al-Quran adalah waktu yang paling utama dan pertama dari kesibukan-kesibukan lainnya, agar waktu dengannya bukanlah waktu sisa dari kelelahan, dan rasa capek dari aktivitas harian kita.
Disamping melakukan kewajiaban-kewajiban, buat perencanaan melaksanakan shalat-shalat sunnah, puasa-puasa sunnah, sedekah-sedekah sunnah, amalan-amalan sunnah lainnya, yang dulunya kita lalai darinya.
Buat perencanaan untuk selalu berusaha tidak melakukan kemaksiatan kepada Allah Ta’ala, jika terjatuh, kita selalu bertaubat kepada-Nya dari maksiat-maksiat yang kita lakukan, karena memang semua manusia pasti melakukan kesalahan, hanya saja yang terbaik di antara mereka adalah yang selalu bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Semua bani Adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang segera bertaubat.” (HR Ibnu Majah 4251, dihasankan oleh Al-Albani)
Dan penutup khutbah pertama ini, tidak lupa kami mengingatkan membuat perencanaan berusaha untuk tidak berbuat aniaya sesama hamba Allah Ta’ala, tidak menzaliminya, tidak menggibahinya, tidak mengejeknya, tidak mencelakainya, dan tidak melakukan hal-hal terlarang lainnya, agar tidak menjadi orang yang bangkrut di akhirat kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab; ‘Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.'” (HR Muslim 2581)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ
وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
Kaum muslimin rahimakumullah
Tips lain agar menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu:
- Senantiasa menghadiri majlis ilmu, baik menghadirinya langsung maupun mendengarkan atau menyimak ceramah tentang ilmu melalui media-media yang ada, agar kita semakin tahu bagaimana beribadah dengan benar, dan kebaikan apa saja yang mesti dilakukan, serta maksiat apa saja yang harus dijauhi.
- Mencari komunitas teman-teman yang shalih, masuk ke dalam grup-grup yang penuh dengan nasihat-nasihat, ketika bertemu dengan mereka, bisa mengingatkan kepada Allah, karena seseorang bisa terpengaruh dengan pergaulannya bersama siapa dia berteman.
- Berdoa kepada Allah Ta’ala, meminta kepadaNya agar menjadi hamba yang lebih baik dari hari-hari kemarin.
Semoga Allah Ta’ala memberkahi hidup kita semua, dan memberi taufiq kepada kita semua mengamalkan perencanaan-perencanaan kebaikan yang kita rancang.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ
رَبَّنَا اَتِنَافىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَنَعُونَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia