Tadabbur Quran An Naba 1-3
Surah An Naba adalah surah yang ke-78, terdiri dari 40 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan Surah Makkiyyah karena turun di kota Mekkah.
Surah An Naba berarti Berita Besar serta mempunyai nama lain yaitu: ‘Amma Yatasaa alun.
Ayat 1:
عَمَّ يَتَسَآءَلُوْنَ
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
Ayat 2:
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيْمِ
Tentang berita yang besar (hari berbangkit)
Ayat 3:
الَّذِى هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَ
yang dalam itu mereka berselisih
Adapun tadabbur dari Surah An-Naba ayat 1-3 sebagai berikut:
- Menarik perhatian dengan bertanya serta menyampaikan informasi atau ilmu dengan metode bertanya.
- Jika menyampaikan kebenaran atau mengajarkan ilmu maka pasti ada yang meragukannya atau ada yang tidak suka /memberikan tuduhan, maka kita harus bersabar.
- Karakter orang Musyrikin atau orang kafir banyak bertanya, karena biasanya banyak bertanya adalah sebab kebinasaan umat sebelum Islam datang. (Al Baqarah : 67-71)
- Banyak berselisih adalah sifat para orang kafir/ musyrik. Sedangkan sifat orang beriman adalah bersatu.
- Menjadi pembeda antara yang mantap imannya dan yang masih ragu-ragu imannya.
- Berita tentang datangnya hari kebangkitan adalah ujian untuk kebanaran iman serta dapat membedakan antara orang beriman dan tidak beriman. Orang-orang beriman semakin bertambah keimanannya kepada Allah, yaitu tidak ada yang tdk mungkin jika Allah berkehendak, bahkn manusia yg tadinya sudah menjadi tulang belulang, mampu untuk dibangkitkan kembali oleh Allah setelah kematiannya. Berita tentang hari kebangkitan juga menguatkan keimanan orang yang beriman dan menampkaakan kekufuran bagi orang-orang yang tidak beriman. Orang-orang musyrik tidak mempercayai hari kebangkitan sehingga mereka berselisih tentang berita Al-Qur’an karena mereka menyangka orang meninggal yang sudah menjadi tulang belulang hal mustahil bisa dibangkitkan kembali sehingga mereka mendustakannya.
- Respon kita terhadap Al Quran dapat menunjukkan jati diri kita apakah kita beriman atau kafir, apakah kita org yang berilmu, atau tidak, apakah kita orng yang beradab atau tidak.
- Keimanan pada Hari kebangkitan diantara keimanan yang sangat pokok. Karena sering nabi menggandengkan dengan keimanan kepada Allah.
- Sekedar meragukan hari kebangkitan itu cukup menjadikan seseorang kufur karena iman kepada hari kiamat itu salah satu rukun iman. Namun Allah dengan sifat Maha Adil nya akan tetap memperlihatkan kepada mereka tentang kebenaran di hari kebangkitan. Hari kebangkitan merupakan kabar gembira bagi orang beriman namun penderitaan bagi orang kafir.
- Orang kafir/mendustakan agama itu berjamaah/berkelompok juga.