Khutbah Idul Fitri 1442 H/ 2021 M
Walitukabirullooha ‘Alaa Maa Hadaakum
(Khutbah id untuk 2 khutbah. Bagi yang mau 1 khutbah, bisa dicukupkan dengan khutbah pertama)
Khutbah Pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Hari ini kita berkumpul disini, berkat rahmat, kasih sayang, dan kenikmatan serta karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Betapa banyak pemberian yang Allah Azza wa Jalla berikan tidak mampu kita hitung dan bilang jumlahnya, terutama pengkhususan bulan Ramadhan yang dipenuhi dengan keberkahan dan ampunan dari-Nya. Kita telah melewatinya dengan penuh harap dan khawatir, harap akan amalan shalih kita diterima, dan khawatir akan kecelakaan jika Ramadhan pergi namun kita tidak mendapat maghfirah-Nya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Tentunya, tujuan terbesar yang Allah Jalla Jalaluh sebutkan dari kewajiban berpuasa adalah bertaqwa kepada-Nya. Tujuan ini tentunya juga bukan hanya untuk bulan Ramadhan saja, tapi untuk seluruh waktu hidup kita. Allah Ta’ala telah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
“Wahai manusia! Sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah, Ayat 21)
Wasiat taqwa adalah wasiat yang telah Allah Ta’ala wasiatkan untuk seluruh hamba-Nya dari awal sampai akhir. Allah Ta’ala berfirman,
وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَلَقَدۡ وَصَّيۡنَا ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَإِيَّاكُمۡ أَنِ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ وَإِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدٗا
“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kalian dan (juga) kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah. Tetapi jika kalian ingkar maka (ketahuilah), milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (Q.S. An-Nisa’, Ayat 131)
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Di antara ayat puasa yang terdapat dalam sural al-Baqarah, tepatnya pada ayat 185. Dalam potongan ayat tersebut, Allah Ta’ala berfirman,
وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ
“Dan agar kalian bertakbir mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah, ayat 185)
Dalam al-mukhtashar fittafsir dijelaskan,
ولتكبروا الله بعد ختام شهر رمضان ويوم العيد على أن وفقكم لصومه، وأعانكم على إكماله
“Dan agar kalian bertakbir mengagungkan Allah setelah menyelesaikan Ramadhan dan hari Id atas taufiq pencapaian dalam berpuasa Ramadhan, dan telah membantu kalian untuk menyempurnakannya.”
Dalam tafsir muyassar disebutkan,
ولتختموا الصيام بتكبير الله في عيد الفطر، ولتعظموه على هدايته لكم
“Dan agar kalian mengakhiri puasa dengan bertakbir kepada Allah pada hari Idul Fitri, dan mengagungkan-Nya atas petunjuk hidayah bagi kalian.”
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Kesedihan mendalam dengan perginya tamu mulia, tamu agung, tamu berkah, bulan Ramadhan. Hendaknya setiap kita memperbanyak berdoa agar amalan kita diterima oleh Allah Ta’ala, dan khawatir jika amalan tersebut sia-sia.
Dalam al-Quran Allah Ta’ala berfirman tentang orang-orang yang takut kepada Rabbnya,
وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ
“Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan dengan hati penuh rasa khawatir (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabbnya.” (Q.S. Al-Mu’minun, Ayat 60)
Oleh karena itu, mari kita ikhlaskan niat ketika saling mendoakan sesama saudara kita, “Taqabbalallahu minnaa waminkum” semoga Allah menerima amalan (shalih) kami dan kalian. Kita tidak sekedar menyebutkan doa tersebut, tapi resapi, pahami, renungkan, penuh harap dan takut kepada Allah Ta’ala agar amalan-amalan kita semuanya, dan khususnya pada bulan Ramadhan diterima di sisi-Nya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Maksiat, dosa, kesia-siaan, keburukan, kejelekan, kenistaan, kebobrokan, kehinaan yang telah kita lakukan selama ini, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diampuni, dan semoga kita keluar dari Ramadhan dalam keadaan dosa-dosa sudah dimaafkan oleh Allah Ta’ala yang Maha pemaaf.
Kaidah terpenting bahwa amalan kebaikan yang kita kerjakan, tidak secara otomatis mendapatkan pahala di sisi Allah, perlu keikhlasan, perlu sesuai dengan petunjuk Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam, dan perlu untuk berdoa agar Allah Ta’ala menerima amalan tersebut.
Sebaliknya, amalan keburukan, maksiat yang kita lakukan, perlu untuk kita segera menghindarinya, menyesalinya, bertekad untuk tidak melakukannya kembali, memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar menerima taubat kita.
Doa yang sering kita panjatkan dan dengarkan ini perlu untuk kita hayati baik-baik,
رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ
Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kebaikan), sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha mengetahui
رَبَّنَا تُبۡ عَلَیۡنَاۤ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ
Ya Rabb kami, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.
Kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah
Kita semua adalah hamba Allah di manapun berada dan kapan pun waktunya. Kita bukan hamba Allah di bulan Ramadhan saja. Maka menyembah Allah sampai kapanpun, dan di manapun itu. Allah Ta’ala berfirman,
وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ
Dan sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu. (Q.S Al-Hijr, Ayat 99)
Ramadhan adalah madrasah, dengannya kita terlatih berpuasa, maka perlu untuk terus melakukan puasa, baik puasa qadha, nadzar, dan puasa wajib lainnya, maupun puasa-puasa sunnah, seperti: 6 hari di bulan Syawal, senin & kamis, ayyamul bidh, tasua & asyura, arafah, dan seterusnya.
Sedekah bukan hanya pada bulan Ramadhan, membaca al-Quran bukan hanya pada bulan mulia, shalat malam bukan hanya pada bulan berkah, dan amalan kebaikan lainnya yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan, hendaknya kita berbuat baik meskipun di luar bulan agung tersebut.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Selanjutnya, mari kita sama-sama saling mewasiatkan satu dengan yang lain, semoga kita semua termasuk golongan yang dikecualikan oleh Allah Ta’ala dalam surah al-Ashr dari manusia-manusia yang rugi.
Kaum muslimin yang berbahagia
Wasiat pertama untuk para pemimpin, penguasa, pejabat negeri untuk bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketahuilah bahwa semua tanah di negeri ini anugrah dan milik Allah Ta’ala semata, kalian adalah pemimpin kami, jadilah para pemimpin yang adil, sehingga kalian termasuk dari golongan yang akan mendapatkan naungan di mana tidak ada lagi naungan selain naungan Allah Azza wa Jalla
Kemudian wasiat untuk para pemuda, kalian berada pada masa-masa keemasan, kekuatan fisik dan kekuatan berpikir, jangan biarkan masa muda kalian dalam kesia-siaan, tenggelam dalam permainan-permainan. Ketahuilah bahwa masa ini akan ditanya khusus dan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Jadilah pemuda-pemuda yang membanggakan untuk agama dan bangsa.
Selanjutnya wasiat untuk para anak, berbaktilah kepada orang tua kalian selama mereka masih hidup, jangan luput dari doa-doa untuk mereka yang telah meninggal dunia. Meskipun kalian sudah tua, kalian tetaplah anak dari orang tua kalian, jangan durhaka, taatilah perintahnya selama tidak menyuruh dalam kemaksiatan, bergaullah terhadap mereka dengan perkataan baik dan perbuatan indah.
Setelah itu, wasiat untuk para orang tua, anak adalah amanah dari Allah Ta’ala yang Maha pemberi, jangan sia-siakan amanah itu, betapa banyak suami istri yang menginginkan keturunan namun sampai detik ini mereka belum dikaruniai, didiklah anak kalian dengan didikan al-Quran dan as-Sunnah, tarbiyahlah mereka dengan pendidikan yang terbaik, jangan biarkan mereka terlena dengan dunia sehingga lupa akhirat.
Kemudian bagi para murid, jangan lupa jasa guru-guru kalian, sebab merekalah Allah mengeluarkan kalian dari lembah kegelapan, kebodohan, kejahilan menuju puncak ilmu, pengetahuan, kecerdasan. Meskipun kalian sudah lebih hebat dari mereka, namun mereka tetap guru kalian, jangan sombong, jangan angkuh, jangan tertipu dengan ilmu yang kalian peroleh. Agar ilmu itu berberkah, mari senantiasa mendoakan guru-guru kita.
Lalu wasiat untuk pasangan suami istri, hendaklah kalian tetap menjaga keharmonisan rumah tangga, jangan umbar, beberkan, bocorkan rahasia rumah tangga kalian, sebab itulah yang bisa menghancurkan kehidupan kalian. Sembunyikan dan bicarakan baik-baik, jangan kedepankan ego. Perhatilanlah satu sama lain hak dan kewajiban, suami memperhatikan hak-hak istri dan kewajibannya sebagai suami, dan istri juga memperhatikan hak-hak suami dan kewajibannya sebagai istri.
Terakhir wasiat untuk para muslimah agar senantiasa menjaga diri, jangan mengumbar aurat, jangan lembutkan suara di hadapan yang bukan mahram, jagalah hijab dan iffah, tetaplah di atas jalan hidayah. Jumlah wanita lebih banyak dari lelaki, kobarkanlah semangat kalian dalam mendakwahi sesama wanita, tentunya di atas bashirah ilmu, mereka butuh pencerahan, mereka butuh teman-teman shalihah.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd
Penutup, di bulan Syawal ini ada amalan baik untuk mendapatkan pahala puasa setahun penuh setelah melaksanakan puasa Ramadhan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang tahun.” (H.R. Muslim 1164)
Pahala seseorang ketika berpuasa satu hari saja maka pahalanya sama dengan 10 hari. Dalilnya, keumuman ayat Allah Ta’ala tentang setiap kebaikan diganjar dengan 10 kali lipat pahala,
مَن جَاۤءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَاۤءَ بِٱلسَّیِّئَةِ فَلَا یُجۡزَىٰۤ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ
“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi).” (Qs Al-An’am, ayat 160)
Berarti Ramadhan selama sebulan, seseorang berpuasa pahalanya dikali 10 sama dengan 10 bulan, dan ditambah 6 hari dikali 10 sama dengan 60 hari atau 2 bulan, semuanya 12 bulan atau satu tahun penuh.
Pelaksanaannya boleh berurut harinya dan boleh tidak berurut. Sebagian Ulama memandang bolehnya puasa Syawal sebelum puasa Qadha. Dan niatnya boleh digabung dengan puasa sunnah lainnya seperti: sunnah senin & kamis, begitupun ayyamul bidh.
Kaum muslimin yang sama berbahagia
Akhirnya, marilah kita menundukkan hati, memuja dan memuji Allah Ta’ala, bershalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sebagai pembukaan doa kita.
Ya Allah, lindungilah negeri ini dari segala mara bahaya dan musibah, jadikanlah negeri kami negeri baldatun thayyibah, baldatun aminah muthmainnah, dan negeri yang senantiasa tercukupi, dan terhindar dari ketakutan dan kelaparan.
Ya Allah, jadikanlah pemuda pemudi di antara kami menjadi manusia-manusia yang tumbuh taat kepada-Mu agar kekuatan fisik dan berpikir mereka digunakan dalam kebaikan, ketaatan, dan perbaikan pada ummat ini.
Ya Allah, sayangilah kedua orangtua kami, jagalah mereka yang masih hidup, dan rahmatilah mereka yang telah meninggal dunia, berilah kami taufiq untuk senantiasa menjadi anak-anak yang shalih dan berbakti, merekalah yang telah berjuang untuk kehidupan kami, jagalah mereka, rahmatilah mereka.
Ya Allah, bantulah kami membimbing anak-anak kami, keturunan kami, jadikanlah mereka anak-cucu yang bisa membanggakan kami di dunia terlebih lagi di akhirat.
Ya Allah, mudahkanlah urusan para jomblowan jomblowati kami dalam menuju pernikahan, berikanlah keturunan di antara kami yang telah menikah bagi yang belum memilikinya.
Ya Allah, jadikanlah kami yang telah Engkau karuniai pasangan yang sah menjadi pasangan yang Engkau ridhai, masukanlah kami semua ke dalam surga firdaus-Mu. Berikanlah kami keberkahan selalu dalam kehidupan rumah tangga kami.
Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, berkahilah kami, jagalah kami, jauhkanlah kami dari neraka-Mu, dan masukkanlah kami ke dalam surga-Mu. Berikanlah pertolongan kepada hamba-hamba-Mu yang lemah, balaslah kebaikan orang-orang baik dan dermawan kami, berikanlah curahan rahmat-Mu kepada kaum muslimin dan muslimat yang telah mendahului kami, dan matikanlah kami semuanya dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin, aamiin, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَ ٰحِدَةࣲ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِیرࣰا وَنِسَاۤءࣰۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِی تَسَاۤءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَیۡكُمۡ رَقِیبࣰا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia