Khutbah Jumat
Cerminan Anak
Khutbah Pertama
,الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Sidang jamaah Jumat yang berbahagia
Tentunya pengaruh perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari sangat berdampak besar bagi anak-anaknya. Sebab merekalah yang paling banyak bersama dan berinteraksi.
Secara umum, saat orangtua memperlihatkan perilaku yang baik, maka anak akan meniru perilaku baiknya. Begitupun sebaliknya, jika orangtua mempertontonkan kelakuan buruk, maka anak akan meniru perilaku buruknya.
Jangan langsung menyalahkan anak saat berbuat kesalahan, lihat dan introspeksi diri terlebih dahulu, boleh jadi si anak tidak menganggapnya salah karena adanya perbuatan orangtua yang ditiru olehnya, sehingga menganggapnya sesuatu yang biasa saja, bukan merupakan kesalahan.
Kaum muslimin rahimakumullah
Hendaknya orangtua ketika mendapati anaknya melakukan sesuatu yang tidak diharapkan, bertanya kepadanya, “Nak, apakah kamu pernah melihat abi dan ummi melakukan ini dan itu?”, sebagai bahan evaluasi.
Jika kita sebagai orangtua melakukan terlebih dahulu apa yang hendak kita sampaikan kepada anak kita, maka nasehat kita akan masuk ke dalam hatinya, dan siap melakukan perintah dari kita. Minimal ia tahu bahwa yang ini benar dan itu salah, sebab orangtuanya telah memperlihatkan sebelum menasehatkan.
Kita sebagai orangtua yang masih hidup orangtuanya perlu memperlihatkan bukti dan bakti yang nyata bagi cucu mereka anak-anak kita. Penuhi kebutuhan orangtua kita, apalagi yang sudah tua renta, jangan sekali-kali durhaka kepadanya, jangan menghardiknya, terlebih lagi memukulnya.
Jamaah Jumat yang berbahagia
Syekh Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa yang berbuat baik kepada orang tuanya niscaya anaknya akan berbuat baik kepadanya dan siapa yang durhaka kepada orang tuanya niscaya anaknya akan durhaka kepadanya karena balasan sesuai dengan perbuatan'” (Kitab Huquq Da’at ilal Fithrah)
Orangtua adalah madrasah pertama buat anak-anaknya, biasanya apapun yang dilihat itulah yang akan ditiru, baik buruknya budi pekerti seorang anak tergantung apa yang telah diajarkan di madrasah pertamanya.
Sa’id bin Al Musayyib pernah mengatakan kepada anaknya,
لَأَزِيْدَنَّ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِكَ
“Wahai anakku, sungguh aku terus menambah shalatku ini karenamu (agar menjadi anak shalih).” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:467)
Lihat bagaimana salaf shalih kita mengajarkan kepada anaknya tentang memperbanyak shalat sunnah, agar bisa mempengaruhi kebiasaan baiknya terhadap anak-anaknya.
Kaum muslimin rahimakumullah
Beberapa di antara contoh perilaku yang perlu kita renungkan dan hayati, di antaranya:
- Apakah sama antara anak yang sering melihat lisan orangtuanya selalu basah dengan bacaan al Quran dan dzikir kepada Allah, dengan anak yang sering melihat lisan orangtuanya selalu basah dengan nyanyian?!
- Apakah sama antara anak yang sering melihat tangan orangtuanya selalu bersedekah baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, dengan anak yang sering melihat tangan orangtuanya selalu membuang-buang uang berfoya-foya dalam kesia-siaan apalagi bermaksiat?
- Apakah sama antara anak yang sering melihat mulut orangtuanya selalu berpuasa 3 hari dalam sebulan, atau senin kamis, dengan anak yang sering melihat mulut orangtuanya selalu rakus, banyak makan melebihi kebutuhan?!
- Apakah sama antara anak yang sering melihat mata orangtuanya selalu menggunakan HPnya menyaksikan kajian dan murottal, dengan anak yang sering melihat mata orangtuanya selalu menggunakan HPnya dengan menonton tontonan tanpa faidah, apalagi yang hanya bermain game?!
- Apakah sama antara anak yang sering melihat ayahnya selalu shalat di berjamaah di masjid dan mencari nafkah yang halal, dengan anak yang sering melihat ayahnya selalu shalat di rumah atau bahkan tidak shalat dan mencari nafkah yang haram?!
- Apakah sama antara anak yang sering melihat ibunya selalu mencari berpakaian sopan dan menutup aurat, dengan anak yang sering melihat ibunya selalu ugal-ugalan, dan mengumbar auratnya?!
- Apakah sama antara yang melihat orangtuanya selalu jujur, dengan yang melihatnya selalu berbohong?! Begitupun:
* Suka beribadah dengan malas?!
* Terbangun shalat malam dengan yang ngorok sampai terlalai shalat subuh?!
* Senantiasa menangisi dosa-dosa dan khawatir akan amalannya tidak diterima, dengan yang sombong tanpa merasa ada dosa, dan sangat yakin amalannya diterima tanpa mau meminta kepada Allah dikabulkan?!
* Rajin belajar dan menghadiri taklim dengan hanya berkeluyuran tanpa ada tujuan?!
* Pintar berterimakasih dan memohon maaf dengan tidak tahu?!
* Penyabar dengan tukang marah?!
* Yang menyelsaikan masalah suami istri secara damai, dengan bertengkar sesama orangtua di depan anak?!
* Dan seterusnya masih banyak.
Tentunya semua itu tidak akan sama selamany, namun yang sama hanyalah kemungkinan besar anak akan meniru orangtuanya
Kaum muslimin rahimakumullah
Demikian khutbah pertama, semoga Allah menjadikan kita semua sebagai cerminan terbaik bagi anak-anak kita
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِيْنَ مِنْ كُلِّ ذًنْبٍ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ
Khutbah Kedua
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَمَّا بَعْدُ : فَقَالَ الله تعالي
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
