Khutbah Jumat
Malam Kemuliaan
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِلِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Jama’ah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Telah kita ketahui bersama bahwa malam kemuliaan atau biasa disebut dengan lailatul qadr itu adalah malam termulia sepanjang tahun, yang lebih baik dari seribu bulan.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Pada bulan itu (Ramadhan) ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa terhalang darinya sungguh ia telah terhalang dari kebaikan”. (H.R. An-Nasai 2106 shahih al-Albany)
Allah Ta’ala berfirman dalam surah al-Qadr,
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا لَیۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ لَیۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَیۡرࣱ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرࣲ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ وَٱلرُّوحُ فِیهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرࣲ سَلَـٰمٌ هِیَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ
Artinya
Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada lailatul qadr
Dan tahukan kamu apakah lailatul qadr itu?
Lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada lailatul qadr itu turun malaikat-malaikan dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
Kesejahteraan pada lailatul qadr sampai terbit fajar
Kaum muslimin rahimakumullah
Lailatul qadr ditafsirkan oleh ayat lain
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. (Q.S. Ad-Dukhan, ayat 3)
Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan menunjukan bahwa lailatul qadr ada di bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an (Q.S. Al-Baqarah, ayat 185)
Malam ini al-Quran diturunkan sekaligus ke langit dunia, kemudian turun secara berangsur.
قال ابن عباس وغيره : أنزل الله القرآن جملة واحدة من اللوح المحفوظ إلى بيت العزة من السماء الدنيا ، ثم نزل مفصلا بحسب الوقائع في ثلاث وعشرين
Ibnu Abbas dan Ulama lainnya mengatakan, “Allah menurunkan al Quran secara menyeluruh sekaligus dari al-Lauh al-Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian turun secara berangsur sesuai dengan kondisi dan kejadian yang terjadi selama 23 tahun”
Pada ayat ke-2: “Dan tahukah kamu apakah lailatul qadr itu?” Pertanyaan ini sebagai kemuliaan malam tersebut dan keagungannya.
Pada ayat ke-3: Dijelaskan kepada kita bahwa lailatul qadr itu lebih baik dari seribu bulan yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala, jadi lebih baik bukan sama dengan seribu bulan.
Ini merupakan karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita dengan umur yang sedikit ini, Allah berikan kesempatan dengan mencari lailatul qadr untuk mendapatkan pahala yang besar dan banyak.
Pada ayat ke-4: Disebutkan bahwa malaikat turun ke bumi. Ar-Ruh di sini ditafsirkan bahwa ia adalah malaikat Jibril. Disebutkan malaikat secara umum lalu Jibril secara khusus disebabkan keutamaan Jibril atas malaikat-malaikat yang ada.
Mereka turun dengan perintah dan izin dari Allah Ta’ala untuk mengatur berbagai macam urusan termasuk disebutkan dalam tafsir bahwa urusan tentang qadha dan qadr dari tahun itu hingga tahun setelahnya dan urusan-urusan lainnya.
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الملائكة تلك الليلة أكثر في الأرض من عدد الحصى . رواه ابن خزيمة وحسن إسناده الألباني
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Malaikat pada waktu itu turun ke bumi lebih banyak dari pada jumlah kerikil” (H.R. Ibnu Khuzaimah dan dihasankan Al-Albani)
Pada ayat ke-5: Disebutkan bahwa kesejahteraan dan keselamatan beserta kebaikan-kebaikan pada malam itu hingga terbitnya fajar shadiq.
Pada waktu itu sangat banyak salam yang dilontarkan malaikat, dan tidaklah malaikat yang melewati mukmin maupun mukminah kecuali malaikat memberi salam kepada mereka
Jama’ah Jumat yang semoga dimuliakan Allah Ta’ala
Kapan lailatul qadr itu? Ada banyak riwayat dan kuat menyebutkan tentang waktu lailatul qadr.
Dalam kitab fathul bari syarah shahih al-Bukhari
وقد اختلف العلماء في ليلة القدر اختلافا كثيرا ، وتحصل لنا من مذاهبهم في ذلك أكثر من أربعين قولا
Ulama berbeda pendapat pada lailatul qadr perbedaan yang banyak, dan kami dapatkan dari pendapat mereka sampai lebih 40 pendapat.
Bayangkan jama’ah sekalian, sampai lebih 40 pendapat. Tapi sebenarnya malam keberapa pastinya? Tidak ada kepastian malam keberapa, tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kepada kita untuk mencarinya pada 2 waktu-waktu:
1) Di malam-malam ganjil di 10 akhir yaitu: malam ke-21, 23, 25, 27, 29 Ramadhan
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan”. (Muttafaqun ‘Alaihi, H.R. Al-Bukhari 2017, dan Muslim 1165)
2) Di malam-malam tersisa mulai dari 9 tersisa, 7 tersisa, 5 tersisa, 3 tersisa, akhir malam ramadhan
الْتَمِسُوهَا فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى أَوْ سَابِعَةٍ تَبْقَى أَوْ خَامِسَةٍ تَبْقَى أَوْ ثَالِثَةٍ تَبْقَى أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ
Carilah lailatul qadr itu pada 9 tersisa, 7 tersisa, 5 tersisa, 3 tersisa, akhir malam Ramadhan
Dari 2 waktu-waktu ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa lailatul qadr ada di malam-malam ganjil dan malam-malam genap pada 10 malam terakhir bulan ramadhan dengan dalil bahwa kita tidak tahu bulan ramadhan 29 atau 30 hari. Ini sebagaimana pendapat sebagian Ulama seperti Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dalam majmu Fatawa 25/284 dan lainnya.
Kaum muslimin rahimakumullah
Apa saja tanda-tanda lailatul qadr?
▪︎ Untuk tanda-tanda pada malamnya maka
لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لاَ حَارَّةَ وَلاَ بَارِدَةَ
Malam yang mudah, indah, tidak berudara panas maupun dingin (HR Ibnu Huzaimah dishahihkan al-Albaniy)
▪︎ Untuk tanda-tanda pada pagi harinya maka
تَطْلُعُ الشمس يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا
Matahari terbit tidak menyengat (HR Muslim)
Perlu kita perhatikan perkataan yang sangat berharga, “Carilah lailatul qadr dengan menambah kualitas dan kuantitas ibadah dan bukan mencarinya dengan mencari tanda-tandanya”.
Maksudnya, pergunakan waktu 10 malam terakhir Ramadhan dalam mencari lailatul qadr dengan sungguh-sungguh ibadah bukan sungguh-sungguh mencari tandanya.
Terakhir, doa apa yang ada sumbernya ada dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mencari lailatul qadr?
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو قَالَ تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma , dia berkata: “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku, jika aku menemui malam al-qadr, doa apa yang akan aku katakan?” Beliau menjawab: “Katakanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi maaf, Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)”
Mari perbanyak doa-doa ini di sujud-sujud kita, antara adzan dan iqamat, dan waktu2 lainnya. Hanya ini doa yang ada haditsnya. Dan apakah boleh berdoa dengan doa selainnya setelah kita berdoa dengan doa tersebut? Yang pertama kita utamakan doa ini kemudian boleh berdoa dengan doa apa saja yang kita butuhkan
Jama’ah Jumat yang berbahagia
Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Ta’ala mempertemukan kita malam lailatul qadr dengan ibadah-ibadah andalan kita tanpa ada riya maupun sum’ah dan hanya ikhlash semata-mata karena Allah Ta’ala dan amalan sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَ ٰحِدَةࣲ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِیرࣰا وَنِسَاۤءࣰۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِی تَسَاۤءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَیۡكُمۡ رَقِیبࣰا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin rahimakumullah
Mari memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ
رَبَّنَا تُبۡ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ ٱللَّهَ یَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِیتَاۤىِٕ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَیَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡیِۚ یَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
