Khutbah Jumat
Ramadan Akan Pergi
Khutbah Pertama
,الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin sidang jama’ah Jumat rahimakumullah
Kini kita berada pada hari Jumat terakhir di bulan Ramadan 1443 H. Baru saja rasanya Ramadhan datang, dengan sangat cepatnya berlalu, entah kita yang akan ditinggalkannya atau kita yang meninggalkannya di saat ajal menjemput sebelum Ramadhan pergi.
Ramadhan adalah bulan yang Allah Jalla Jalaluhu sediakan sebagai bulan rahmat, bulan pengampunan, bulan penuh berkah, bulan pembebasan dari api neraka, bulan puasa, bulan al-Quran, bulan sedekah, bulan pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, bulan setan-setan dibelenggu, bulan kebaikan pahala dilipatgandakan, bulan perlombaan dalam ketaatan.
Dengan keutamaan Ramadhan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala khususkan dari bulan lainnya, sangat pantas dan seharusnya kita bersedih dan menangis akan waktu bersamanya yang tersisa sedikit lagi. Kita tidak tahu, apakah Ramadhan berikutnya tetap bisa kita berjumpa dengannya, atau inilah Ramadhan terakhir kita.
Tidak cukup dengan kesedihan, perlu untuk melakukan amalan yang lebih sungguh-sungguh lagi, dan doa yang lebih kuat lagi. Barang siapa pada awal-awal Ramadhan merasa kurang semangat dan sedikit beramal, maka pada bagian akhir-akhir inilah perlu digaskan, dikobarkan, dinyalakan, dan dihidupkan semangat beramal. Karena amalan tergantung pada bagian akhirnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
Jamaah Jumat yang berbahagia
Jika dulu kita berpuasa kadang masih marah-marah, kadang masih berbohong, gibah, berbicara kotor, melakukan kesia-siaan, maka di sisa-sisa Ramadhan ini, mari sebisa mungkin perbaiki kualitas puasa kita, tahan semua itu agar menjadi amalan puasa terbaik kita.
Jika dulu kita bermalas-malasan shalat 5 waktu, mengerjakan shalat-shalat sunnah, terutama tarawih yang hanya ada pada bulan Ramadhan, maka di bagian tersisa Ramadhan ini mari kita menjaga shalat-shalat kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, jangan lagi sampai masbuk, atau bahkan ketiduran hingga shalat sangat terlambat.
Jika dulu kita membaca al-Quran hanya sedikit, dan bersedekah hanya secuil, berbuat kebaikan lainnya hanya sekedar dan ala kadarnya, maka pada akhir-akhir Ramadhan ini, mari untuk lebih memperbanyak lagi kuantitasnya dan memperbaiki kualitasnya.
Kaum muslimin jamaah Jumat rahimakumullah
Kita ketahui bersama bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan itu berada pada salah satu malam di 10 malam terakhir Ramadhan. Telah lewat beberapa malam, kita tidak tahu apakah malam mulia itu telah selesai atau masih ada kemungkinan di malam dari malam-malam tersisa. Maka mari kita akhiri Ramadhan dari seluruh harinya dan malamnya yang tersisa dengan betul-betul menghidupkannya dengan amalan terbaik kita, dan niat terbaik kita ikhlas semata-mata karena Allah.
Ramadhan dengan segala fasilitas pengampunan di dalamnya:
- Puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya telah lalu
- Shalat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya telah lalu
- Qiyam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya telah lalu
- Dan amalan lainnya yang mendatangkan ampunan Allah Azza wa Jalla, namun seseorang jika tidak memanfaatkannya, maka suatu kecelakaan besar dan dahsyat di saat Ramadhan pergi sedangkan tidak diampuni oleh Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Celakalah seseorang yang mana bulan Ramadan datang menemuinya kemudian berpisah sedang ia belum mendapatkan ampunan.” (H.R. At-Tirmidzi 3545, Hasan al-Albani)
Dalam lathaiful ma’arif disebutkan,
مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَ فَلَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ
“Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya.” (Latha-if Al-Ma’arif, hal. 297)
Mari kita simak rangkaian kata-kata perpisahan dan pelepasan dengan Ramadhan yang sangat menyentuh hati dan membuat mata berkaca-kaca
عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إلا القليل
Wahai para hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan telah bersiap-siap untuk berangkat, tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat.
فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى والعمل بالختام
Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya. Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa, karena amalan itu dinilai dari akhirnya.
فاستغنموا منه ما بقي من الليالي اليسيرة والأيام واستودعوه عملا صالحا يشهد لكم به عند الملك العلام وودعوه عند فراقه بأزكى تحية وسلام
Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadhan yang masih tersisa, serta titipkanlah amalan shalih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Sang Penguasa Hari Pembalasan. Lepaskanlah kepergiannya (bulan Ramadhan) dengan ucapan salam yang terbaik. (Lathai al-Ma’arif hal. 216)
Jama’ah Jumat yang berbahagia
Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita taufiq dalam beramal terbaik di sisa-sisa terakhir Ramadhan. Semoga kita dipertemukan kembali pada Ramadhan tahun berikutnya. Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semua, dan menerima amalan shalih kita. Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَ ٰحِدَةࣲ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِیرࣰا وَنِسَاۤءࣰۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِی تَسَاۤءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَیۡكُمۡ رَقِیبࣰا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin rahimakumullah
Kami mengingatkan untuk membayar zakat fitrah karena itu merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat Islam, sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.
Mari memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ
رَبَّنَا تُبۡ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ ٱللَّهَ یَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِیتَاۤىِٕ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَیَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡیِۚ یَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia

