♻ Pertanyaan❓
Afwan,,, Saya pernah batal beberapa puasa ramadhannya kemarin, dan saya berniat ingin mengqadha di luar ramadhan pada tiap hari senin atau kamis, nah kebetulan hari senin kemarin saya tidak sahur tapi saya baru ingat untuk mengqadha puasanya sekitar pukul 9/10 pagi, akhirnya saya melanjutkan untuk menahan (berpuasa) hingga masuk waktu berbuka. Pertanyaaan saya, apakah sah puasa Qadha Ramadhan saya?
♻ Jawaban📮
Dalam kondisi tersebut maka Puasa Qadha Anda tidak sah, dan hanya dihitung sebagai puasa sunnah, karena puasa qadha harus diniatkan pada malam hari, karena hukum puasa qadha mempunyai hukum seperti pelaksanaan.
Dan Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:
من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له (رواه الترمذي، رقم 730 وصححه الألباني في صحيح الترمذي)
“Siapa yang tidak meniatkan kuat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Tirmizi, no. 730 dinyatakan shahih oleh Albani di Shahih Tirmizi)
Imam Tirmizi mengatakan setelahnya, “Sesungguhnya makna ini menurut ahli ilmu, tidak ada puasa bagi yang tidak meniatkan kuat puasa sebelum terbit fajar di bulan Ramadan atau qadha Ramadan atau pada puasa nazar. Kalau tidak berniat waktu malam, tidak diterima. Adapun kalau puasa sunah, diperbolehkan berniat setelah pagi. Ini adalah pendapat Syafi’i, Ahmad dan Ishaq.”
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Tidak sah puasa Ramadan, qadha, kafarat, juga puasa fidyah haji dan puasa wajib lainnya niat siang hari, tanpa ada perbedaan.” (Al-Majmu’, 6/289). (Silahkan lihat ‘Al-Mughni’ karangan Ibnu Qudamah, 3/26).
Dan syarat sah puasa wajib bukan sahurnya (sahur hukumnya sunnah) tapi yang menjadi syarat sah adalah niat puasa wajib/ qadha sebelum fajar. wallahua’lam.
🔰 Dijawab Oleh
Ust. Ardian Kamal, Da’i Kantor Dakwah Kota Riyadh, Arab Saudi.
📡 Disebarluaskan oleh
Yayasan Amal Jariyah Indonesia
Mitra Terbaik Investasi Akhirat Anda
📲 Read & Share
—————————
Kumpulan Tanya Jawab Jariyah Channel Dapat di lihat pula di SINI