YAJI(2/3/2019). Andi Muhammad Akhyar, selaku Sekertaris Jedral Yayasan Amal Jariyah Indonesia, yang sedang bermukim di Belanda dipercayakan oleh Komite Masjid Islamic Center Wageningen, Belanda, untuk mengukur arah kiblat Islamic center yang baru.
“Kami butuh bantuan untuk mengukur arah kiblat bangunan Islamic Center yang baru, karena bangunan lama sudah tidak memadai untuk digunakan karena jumlah jamaah yang terus meningkat.” ujar Abdul Aziz selaku Ketua Komite Masjid Islamic Center Wageningen, rabu (27/2) kemarin.
Akhyar yang merupakan alumni Magister Ilmu Astronomi di Jurusan Fisika UGM. Dengan mengetahui magnetic declination dan posisi Masjidil Haram di 126.1 derajat dari arah utara kota Wageningen, hanya berbekal kompas dan busur derajat, Akhyar berhasil menentukan arah kiblat masjid tersebut dan hasil ini diperkuat dengan data “qiblah finder”.
“Alhamdulillah, orang Indonesia kembali dapat memberikan manfaat di Negeri Kincir Angin ini,” imbuh Akhyar putra kelahiran Soppeng.
Berdasarkan data, Belanda adalah salah satu negara dimana Islam berkembang sangat pesat. Dan dari data sejarah dari tahun ke tahun Mahasiswa Indonesia terus menjadi bagian dalam perkembangan Islam di negara yang satu ini, bahkan berdirinya Masjid di tahun 1993, salah seorang prakarsanya adalah mahasiswa Indonesia. (*az)