Rabu, 6 Desember 2017, Pemerintah Amerika resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump.”Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung,” tuturnya.(lihat: http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271)
Hal tersebut mendapat kecaman dari dunia internasional. bersamaan dengan itu, Hamas di bawah kepemimpinan Ismail Haniyah mengumumkan Intifadhah ke-4 kepada Israel. “Mari kita jadikan tanggal 8 Desember sebagai hari dimulainya intifada terhadap kekuatan pendudukan,” tuturnya (lihat: http://www.bbc.com/indonesia/dunia-42258827).
Hal tersebut tentu menjadi perhatian bagi kita sebagai muslim di Indonesia. Apa yang seharusnya kita lakukan. Apalagi kita adalah bangsa dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Selain dengan bantuan pendanaan dan doa, kita tentu perlu mengusahakan perjuangan yang lain, yang lebih nyata untuk misi pembebasan al-Quds.
Palestina dan Umat Islam
Palestina adalah kota Suci umat islam. Kota yang telah dibuka oleh Umar bin Khattab. Kota yang telah direbut oleh shalahuddin al-ayyubi. Dan Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat islam.Palestina memendam ribuan sejarah umat islam. Palestina menyimpan jutaan kisah kegemilangan umat islam. Palestina adalah saksi sejarah, Syariat Islam ditegakkan di sana.
Palestina adalah negeri damai yang diagungkan nama-nama Allah di dalamnya. Palestina adalah bumi yang diberkahi, Allah telah menjadikanya sebagai tempat turunnya risalah-risalah (kenabian), tempat berhimpunnya kebudayaan, tempat hijrah para NabiNya. Di Palestina terdapat kiblat pertama dan tempat di isra’kannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di dalamnya pula Dajjal akan binasa melalui tangan Isa Al-Masih ‘Alaihis Salam, dan di Palestina juga Ya’juj dan Ma’juj dibinasakan. Serta di dalamnya pula, bebatuan dan pepohonan akan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah ! Ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!”, maka Yahudi-pun akan binasa melalui tangan hamba-hamba Allah yang shalih di bumi Palestina.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami seluruh Nabi di Masjid Al-Aqsa, agar Imamah (kepemimpinan) dan siyadah (kekuasaan) untuk Islam pada Masjidil Aqsha tetap langgeng bagi seluruh makhluk. Selama perputaran sejarah, kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri saling bermusuhan untuk memperebutkannya, mereka saling membinasakan dan mengalahkan dalam rangka menguasainya dan mendudukinya. Dikarenakan Palestina adalah bumi Allah terpilih yang Allah memilihnya sebagai tempat hijrah bagi Kalil (kesayangan)-Nya Ibrahim ‘Alaihis Salam dan Kalim-Nya (Kalim= Orang yang diajak bercakap) yaitu Musa ‘Alaihis Salam, sebagai tempat kelahran Isa ‘Alaihis Salam dan tempat isra’nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Akan tetapi, kota Suci itu telah dinodai dengan penjajahan para Zionis Yahudi. Kota itu tengah dikotori oleh gempuran Israel yang tidak henti-hentinya menumpahkan darah kaum muslimin. Sedikit demi sedikit mereka mencaplok tanah muslim Palestina. Kemerdekaan kaum muslimin dirampas. Hak-hak mereka dihancurkan. Setiap harinya, umat muslim Palestina hidup di bawah dentuman bom dan desingan peluru.
Hal yang sangat menyedihkan. Saat para lelaki di belahan bumi lain tengah santai merapikan dasinya. Para Mujahidin Palestina sedang Serius mengisi senjata mereka dengan peluru. Saat kita menikmati tetesan-tetesan keringat olahraga di pusat fitness, para lelaki palestina sedang getir menyapu tetesan-tetesan darah yang mengucur di kepala mereka. Jika Para wanita tengah sibuk menenteng tas-tas mereka di mall-mall, para wanita palestina sedang sibuk memecah-mecah batu untuk dijadikan peluru bagi suami-suami mereka. Jika Mereka Sedang asyik menyeruput teh manis di pagi yang tenang. Kaum Muslimin di palestina sedang meronta-ronta Karena anak-anak mereka terkena percikan bom kimia yang melepuhkan wajah serta kulit-kulit mereka.
Perjuangan Aqidah
Di antara jalan yang jelas untuk bersumbangsih dalam perjuangan umat muslim Palestina adalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan nabi Shallallahu alaihi wasallam. Karena itu, secara nyata bahwa prioritas perjuangan adalah dengan al-Qur’an dan sunnah. Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan,
“… Dan Berjihadlah dengannya (Al-qur’an), dengan jihad yang besar” (QS Al-Furqan:52).
Demikian Allah menyebutkan. Jihad yang paling tepat adalah jihad dengan Al-Qur’an. Membaca mempelajarinya, mengamalkan dan medakwahkannya. Serta Bersabar di atasnya.
Perjuangan itu adalah Perjuangan aqidah, karena allah sendiri telah menggariskan Kekuatan aqidah. Aqidah yang shahih, bersih dan murni yang tidak tercampuri dengan kesyirikan dan kedzhaliman sedikit pun, serta dilandasi dengan ilmu yang terang sebagai sumber kemenangan umat islam. Allah telah menyebutkan dalam QS. An-Nur ayat 55,
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan beramal shalih, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun…”
Allah menegaskan syarat untuk menjadikan orang-orang beriman dan beramal shalih adalah hanya satu, ya’buduunanii walaa yusyrikuuna bihi syai-a’. Menyembah Allah dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apa pun.
Perjuangan aqidah itu, tentu harus dibangun dengan infrastruktur yang kuat lewat berbagai lembaga pendidikan yang ada. Sebab salah satu kekurangan umat islam –Indonesia- hari ini adalah perlunya lembaga pendidikan yang betul-betul punya visi untuk menanamkan aqidah yang kuat dalam diri generasi muslim. Karena itulah Yayasan Amal Jariyah bertekad untuk mengembangkan pendidikan Islam lewat sistem yang menanamkan aqidah lewat kurikulum yang digagas sendiri (Wallohu a’lam).
Oleh: Syamsuar Hamka (Kepala Sekolah KB & TK Iman Al-Qurbah)