Khutbah Jumat
Belajar dari Surah Al Lahab
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ
Kaum muslimin jama’ah Jumat yang sama berbahagia
Surah al Lahab adalah surah yang agung, surah yang berada pada urutan 111 al Quran, surah yang berisi tentang keadaan Abu Lahab dan istrinya.
Apa rahasia, apa pelajaran, apa faidah yang bisa kita petik dari surah yang mulia ini, surah yang yang memiliki 5 ayat ini?
Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah
Mari kita mulai,
أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ ٱلرَّجِیمِ
Aku berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan setan yang terkutuk
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ وَتَبَّ
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! (Qs Al-Lahab, Ayat 1)
مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. (Qs Al-Lahab, Ayat 2)
سَيَصۡلَىٰ نَارٗا ذَاتَ لَهَبٖ
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). (Qs Al-Lahab, Ayat 3)
وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. (Qs Al-Lahab, Ayat 4)
فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (Qs Al-Lahab, Ayat 5)
Ma’asyirol muslimin hafizhakumullah
Berikut beberapa pelajaran penting dari surah mulia ini:
1/ Sungguh kerugian dan kebinasaan pada kedua tangan paman Nabi shallallahu alaihi wasallam yaitu Abu Lahab yang bernama Abdul Uzza bin Abdul Mutthalib karena perbuatannya, ia telah menyakiti Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan kerugian baginya.
2/ Sebab turunnya ayat ini
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَصَعِدَ إِلَى الْجَبَلِ فَنَادَى يَا صَبَاحَاهْ فَاجْتَمَعَتْ إِلَيْهِ قُرَيْشٌ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ حَدَّثْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ مُصَبِّحُكُمْ أَوْ مُمَسِّيكُمْ أَكُنْتُمْ تُصَدِّقُونِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا تَبًّا لَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ إِلَى آخِرِهَا
“Dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru, “Wahai sekalian manusia.” Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian, apakah kalian akan membenarkanku?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian. Sesungguhnya di hadapanku akan ada adzab yang pedih.” Akhirnya Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakanlah bagimu.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “TABBAT YADAA ABII LAHAB..” Hingga akhir ayat.” (HR. Al Bukhari 4972 dan Muslim 208)
3/ Paman-paman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terbagi menjadi tiga golongan:
- Paman beliau yang beriman hingga wafat, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib.
- Paman beliau yang membantu dan melindungi beliau, tetapi tetap dalam kekafiran hingga meninggal dunia, yaitu Abu Thalib bin Abdul Mutthalib.
- Paman beliau yang .enentang dan berpaling, kafir hingga tewas, yaitu Abu Lahab Abdul Uzza bin Abdul Mutthalib.
4/ Dari sini dipetik pelajaran bahwa nasab dan hubungan kekeluargaan seseorang tidak ada pengaruhnya dalam menentukan nasibnya selamat dari azab Allah Ta’ala, bahkan ketika di keluarga Nabi shallallahu alaihi wasallam ada yang berbuat buruk maka lebih besar akibatnya dari yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman,
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
“Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah” (Qs al Ahzab, ayat 30)
Kaum muslimin rahimakumullah
5/ Harta Abu Lahab tidak bisa melindunginya dari azab Allah karena kekafirannya kepada Allah, bagaimana pun uang yang disedekahkannya, dan dihabiskannya. Allah Ta’ala berfirman dalam ayat yang lain tentang hal ini,
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ ٱلْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ ٱفْتَدَىٰ بِهِۦٓ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran tidak akan diterima (infak) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, bahkan sekiranya dia benar-benar menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Qs Ali ‘Imran, Ayat 91)
6/ Sebagai balasan atas kekejiannya kepada nabi Muhammad dan dosa-dosanya yang lain, kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak dan membakar seluruh tubuhnya secara terus-menerus. Dia tidak akan pernah mati di dalamnya dan tidak pula akan keluar darinya. Maka mari kita mengambil pelajaran, jangan sampai kita termasuk penghuni neraka wal ‘iyadzubillah.
7/ Juga istri Abu Lahab bernama Ummu Jamil bintu Harb merupakan saudari Abu Sufyan yang membawa kayu bakar dan duri-duri, selalu melakukannya lalu meletakkannya di jalan yang dilalui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyakiti beliau. Dalam tafsir lain disebutkan bahwa membawa kayu bakar sebagai kiasan provokator penebar fitnah. Demikian itu pasangan yang begitu buruk perilakunya dan akibat yang didapatkannya
8/ Di leher istrinya ada tali yang kuat dari sabut yang kasar dan keras, dia diangkat dengannya di dalam api neraka jahanam kemudian di lemparkan ke bawahnya. Wanita ini dahulu memiliki kalung mewah yang terbuat dari batu-batu mulia. Ia berkata: “Demi Laata dan Uzza, aku akan menafkahkan kalung ini untuk memusuhi Muhammad.”
Kaum muslimin jama’ah Jumat rahimakumullah
Demikian khutbah pertama, semoga Allah Ta’ala menjaga kita semua dari perbuatan buruk dan siksaan api neraka. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَإِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرِ الرَّحِيمِ
Khutbah kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
أَمَّا بَعْدُ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
