Khutbah Jumat
CCTV dan Muraqabah
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Mari terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan serta memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ
Pada kesempatan khutbah kali ini, izinkan kami selaku khatib untuk membawakan beberapa hal tentang cctv dan muraqabah, agar dengannya kita bisa merasakan dan menyadari pengawasan Allah Ta’ala dalam kehidupan sehari-hari
Kaum muslimin rahimakumullah
Dalam kehidupan modern ini, kita sering melihat adanya kamera pengawas atau cctv di berbagai tempat. Kehadiran cctv tersebut mengingatkan kita untuk selalu menjaga sikap dan tindakan, karena kita merasa diawasi. Namun, sesungguhnya ada pengawasan yang jauh lebih canggih dan tak terbatas dibandingkan dengan teknologi apapun yang diciptakan manusia. Pengawasan itu adalah muraqabah, yaitu pengawasan Allah Ta’ala yang meliputi segala sesuatu.
Muraqabah berasal dari kata raaqaba yang berarti “mengawasi” atau “memperhatikan”. Dalam konteks Islam, muraqabah adalah kesadaran penuh bahwa Allah Ta’ala senantiasa Maha melihat, mengetahui, dan mengawasi setiap gerak-gerik, ucapan, pikiran, dan ketika manusia sendirian tanpa orang lain di sekitarnya, bahkan niat dan khayalan manusia.
Ada banyak dalil tentang muraqabah ini, di antaranya:
Pertama: Allah Ta’ala berfirman,
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4)
Ayat ini menegaskan bahwa di manapun kita berada, Allah selalu hadir dengan ilmu-Nya, menyaksikan setiap perbuatan kita. Jika cctv yang merekam pergerakan kita di dunia nyata, pengawasan Allah Ta’ala jauh lebih hebat karena tidak terbatas oleh sudut pandang, waktu, atau ruang.
Kedua: Firman Allah Ta’ala,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)
Dalam ayat ini Allah Ta’ala menegaskan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu yang ada dalam hati manusia. Bahkan Allah lebih dekat kepada kita daripada urat leher kita sendiri. Adapun kamera cctv hanya mampu menangkap perbuatan lahiriah, sedangkan Allah mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran.
Ketiga: Hadits Nabi ﷺ tentang Ihsan:
Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam hadits Jibril yang masyhur:
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ، فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ihsan merupakan puncak keimanan seorang hamba, di mana ia selalu merasa dalam pengawasan Allah Ta’ala setiap saat. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu merasa diawasi oleh Allah Ta’ala dalam setiap tindakan, baik dalam ibadah maupun aktivitas sehari-hari.
Kaum muslimin rahimakumullah
Jika kita merasa diawasi oleh cctv dan menjaga perilaku kita, maka seharusnya kita lebih berhati-hati lagi karena pengawasan Allah Ta’ala jauh lebih sempurna. Berikut beberapa perbandingan antara CCTV dan muraqabah:
Pertama: Cctv memiliki keterbatasan
Kamera pengawas hanya bisa merekam dalam sudut pandang tertentu, dan kadang bisa rusak atau dimatikan. Sementara, Allah Ta’ala Maha Melihat segala sesuatu, tanpa ada batasan ruang dan waktu. Tidak ada satu tempat pun di alam semesta ini yang luput dari pengawasan Allah.
Allah berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
“Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit dari (pengetahuan) Allah.” (QS. Ali-Imran: 5)
Kedua: Cctv hanya merekam perbuatan lahiriah
Kamera tidak dapat mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang. Namun, Allah Ta’ala mengetahui niat dan rahasia hati manusia, Allah berfirman,
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ
“Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu, maka waspadalah terhadap-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 235)
Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah.
Di antara manfaat utama dari muraqabah:
Pertama: Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, sehingga mendorong kita untuk selalu taat dan menjauhi larangan-Nya.
Kedua: Sebagai pengingat bahwa tidak ada tempat untuk bersembunyi dari pengawasan Allah, sehingga selalu menghindar dari kemaksiatan.
Ketiga: Meningkatkan keikhlasan dalam beramal, sehingga menjauhi riya, sum’ah, ingin dipuji oleh orang lain.
Keempat: Menciptakan rasa aman dan ketentraman, sehingga seseorang yakin bahwa Allah Ta’ala selalu bersamanya, mengawasi dan melindunginya, dan mengurangi rasa khawatir atau takut yang berlebihan terhadap ancaman duniawi.
Kelima: Meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, sehingga seseorang akan selalu berusaha bersikap adil, jujur, dan bertanggung jawab dalam setiap interaksi sosial, karena ia sadar bahwa Allah menyaksikan bagaimana dia berhubungan dengan orang lain.
Kaum muslimin rahimakumullah
Demikian khutbah pertama, inilah beberapa hal tentang cctv dan muraqabah, meskipun masih banyak sebenarnya, tapi karena waktu yang membatasi kita. Semoga Allah Ta’ala mengumpulkan kita semua bersama Nabi kita Muhammad ﷺ di surga firdaus kelak, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudari kita di Palestina, semoga Allah mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
