Khutbah Jumat
Panduan di Hari Idul Adha
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ
Jama’ah Jumat yang semoga dimuliakan Allah Ta’ala
Hari raya ummat islam idul adha sebentar lagi akan tiba, insyaallah pada tanggal 10 Dzulhijjah 1442 hari Selasa bertepatan pada tanggal 20 Juli 2021 kita akan berlebaran. Hari besar ini adalah hari bergembira, dan berbahagia. Saling mendoakan satu sama lain sesama kaum muslimin dan saling meminta maaf atas segala kesalahan antar sesama.
Shalat idul adha merupakan ibadah yang agung, semua sepakat akan disyaratkannya ibadah ini, hanya saja para Ulama berselisih terkait hukum shalat id. Di antara mereka ada yang mengatakan sunnah muakkadah, ada juga fardhu kifayah, dan bahkan ada yang berpandangan wajib ain. Sampai-sampai wanita yang haid pun disyariatkan untuk keluar meramaikan. Ini menunjukkan begitu pentingnya kita menegakkan shalat id.
Oleh karena itu, hari raya yang akan datang beberapa hari lagi insyaallah perlu untuk kita persiapkan sejak sekarang, terutama ilmu tentang adab-adab yang semestinya dilakukan sebelum berangkat shalat, ketika shalat, dan setelah shalat.
Jamaah Jumat yang berbahagia
Di antara adab yang perlu diperhatikan sebelum berangkat shalat idul adha adalah:
- Mandi sebelum berangkat untuk shalat Idul adha.
Tentunya ketika shalat id, terjadi perkumpulan ummat islam besar-besaran, maka sangat ditekankan untuk bersih-bersih sebelum berangkat shalat, agar kaum muslimin yang membersamai kita saat itu merasakan aroma yang mengenakkan, minimal tidak mencium bau yang tidak sedap sehingga bisa lebih khusyu dalam shalat, dan lebih berani dalam menyapa seusai shalat.
Tentunya perlu juga untuk menggunakan parfum atau wewangian bagi laki-laki. Adapun wanita maka tidak perlu memakai wewangian agar tidak tercium oleh lelaki yang bukan mahramnya, dan cukup bagi kaum muslimah sekedar membersihkan diri agar tidak terciuam bau yang kurang nyaman.
- Menggunakan pakaian terindah yang dimiliki khusus untuk berhari raya
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma beliau mengatakan,
كَانَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا فِي العِيْدَيْنِ ، وَيَوْمِ الْجُمُعَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah yang beliau gunakan ketika hari raya dan hari Jumat.” (HR. Ibn Khuzaimah)
- Makan ditunda, nanti setelah shalat Idul adha.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ
Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya dia berkata, bahwa Nabi ﷺ tidak keluar (ke tempat shalat) pada Idulfitri sampai beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada Iduladha sampai beliau shalat terlebih dahulu. (H.R. At Tirmidzi 542)
Kaum muslimin rahimakumullah
- Sebisa mungkin ke tempat shalat id dengan berjalan kaki
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
Nabi ﷺ berangkat menuju shalat ied dengan berjalan, demikian juga ketika kembali. (H.R. Ibnu Majah 1294 dihasankan al Albani)
- Pergi dan pulang dengan jalan yang berbeda
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu’anhuma, ia berkata, “Jika Rasulullah ﷺ pada hari ‘Ied, beliau mengambil jalan yang berbeda (antara berangkat dan kembali).(H.R. Al Bukhari 986)
- Memperbanyak takbiran
Ada beberapa hal tentang takbiran yang perlu diketahui. Di antaranya adalah mengeraskan suara, ini bagi laki-laki. Adapun wanita maka merendahkan suaranya. Juga perlu terus bertakbiran, pada hari raya idul adha yang sebenarnya dimulai sejak masuknya bulan Dzulhijjah sampai imam datang untuk shalat id dan khutbah id, kita diam sejenak untuk shalat dan mendengarkan khutbah, kemudian setelah itu kita lanjut takbiran lagi hingga hari ke 13 Dzulhijjah, akhir hari tasyriq yang ditandai dengan tenggelamnya matahari pada hari itu.
Demikian itu yang kami sebutkan disebut sebagai takbir mutlaq. Adapun takbir muqayyad maka terikat dengan waktu shalat, mulai pada hari arafah setelah subuh hingga hari ke 13 Dzulhijjah setelah shalat ashar.
Sidang jamaah jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala
Demikian tentang adab-adab yang perlu diperhatikan sebelum shalat idul adha. Adapun saat shalat id maka sama dengan shalat 2 rakaat lainnya, namun hanya beda pada jumlah takbir rakaat pertama sebanyak 7 kali setelah takbirattul ihram, dan 5 kali pada rakaat kedua setelah takbir intiqol.
Adapun setelah shalat idul adha, maka perlu untuk saling mendoakan taqabbalallahu minnaa waminkum (semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian) dan ucapan selamat lainnya, kemudian menyembelih kurban, dan bersilaturahmi.
Kaum muslimin rahimakumullah
Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Subhanahu memberikan kita kegembiraan dengan memasukannya kita semua ke dalam surgaNya dan menjauhkan kita dari nerakaNya. Aamiin
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذًنْبٍ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ
Khutbah Kedua
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَمَّا بَعْدُ : فَقَالَ الله تعالي
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia