Khutbah Jumat
Pergantian Tahun: Fenomena & Sikap
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang diberikan akal pikiran” (QS. Ali-Imran: 190)
Pergantian detik, menit, jam, hari, bulan, tahun menunjukkan waktu akan terus berlalu, yang terbaik adalah yang mengisi usianya dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, tidak terlalaikan oleh gemerlapnya dunia, apalagi tenggelam dalam kemaksiatan.
Tidak ada istimewa dari pergantian tahun masehi, jangan hanya kebanyakan manusia mengerjakannya lantas turut ikutan dalam meramaikannya, jangan menyia-nyiakan waktu dan harta, apalagi yang dapat membahayakan diri dan orang lain.
Kaum muslimin rahimakumullah
Di antara fenomena yang sangat disayangkan, khususnya sebagian kaum muslimin yang sangat perlu mendapatkan wejangan:
Pertama: Tasyabbuh menyerupai kebiasaan dan gaya orang-orang di luar islam yang merupakan kekhususan mereka, Rasulullah ﷺ bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَال فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang biawak, pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).
Padahal banyak kebiasaan islam sendiri tidak dilakukan, seperti meninggalkan shalat, masjid yang sepi, alquran jarang dibaca, makan di siang hari tanpa uzur di saat kebanyakan manusia berpuasa Ramadhan, tidak naik umrah dan haji padahal mampu, tidak berzakat padahal sudah saatnya, dan kebiasaan islam lainnya yang ditinggalkannya.
Kedua: Melakukan hal yang dianggap baik padahal Rasulullah ﷺ dan generasi terbaik yaitu para sahabat tabiin dan atbauttabiin tidak pernah melakukannya dalam menyambut tahun baru masehi, seperti zikir berjamaah bermunajat bersama kepada Allah, meskipun niatnya baik namun tertolak di dalam ajaran islam, karena syarat ibadah diterima ada 2, ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Ketiga: Bermaksiat dengan berbagai bentuknya, dari zina mata, zina sentuhan, sampai kepada intinya zina, menampakkan aurat, ikhtilath kebablasan, keasyikan musik, mabuk-mabukan, tawuran, perkelahian, perjudian, dan macam maksiat lainnya na’udzubillah min dzalik
Keempat: Melakukan kesia-siaan, begadang tanpa hajat yang diperlukan, menunggu detik-detik pergantian malam tahun baru tanpa ada manfaatnya sama sekali, terluput shalat malam, dan ada yang sampai tidak shalat subuh, padahal meninggalkan 1 shalat wajib saja bukanlah perkara sepele.
Kelima: Menghamburkan harta, berpesta pora, membahayakan diri dan orang lain, meniup terompet, mercon, petasan, kembang api, pemborosan, mengganggu yang lagi istirahat, ada banyak kasus membuat tuli, buta, cacat, luka, bahkan sampai kebakaran dan kematian. Laa haula walaa quwwata illaa billaah
Jama’ah Jumat yang berbahagia
Apa yang mesti kita lakukan dalam menghadapi tahun baru masehi? Perhatikanlah firman Allah Ta’ala setelah menyebutkan kekuasaanNya terhadap penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam lalu menjelaskan bahwa demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal, siapakah mereka?
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Yaitu mereka yang senantiasa berdzikir kepada Allah ketika ia berdiri, ketika ia duduk, dan ketika ia berbaring. Lalu ia pun memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya ia bergumam, ‘Wahai Rabb kami, Maha Suci engkau, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau ya Allah, maka peliharalah kami dari adzab neraka.” (QS. Ali-Imran: 191)
Oleh karena itu, jadikanlah malam atau hari tahun baru seperti malam dan hari biasanya, mari kita senantiasa setiap waktu menjadi yang terbaik dari sebelumnya bukan setiap awal tahun saja apalagi tahun masehi, perbanyak mengingat Allah Ta’ala memohon ampunan kepadaNya, berintrospeksi setiap detiknya, berpikir sebelum mengerjakan sesuatu, jika benar, baik, dan bermanfaat maka lakukan, jika tidak mak tinggalkan!
Ingat bahwa umur, usia, waktu semua ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Rasulullah ﷺ bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah pergunakan.” (HR. Tirmidzi no. 2417, shahih al-Albani)
Kaum muslimin rahimakumullah
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang perkara tahun baru masehi ini, semoga Allah Ta’ala mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
