Khutbah Jumat
Hujan Rahmat atau Azab
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jama’ah Jumat rahimakumullah
Marilah kita terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan menambah kualitas ketaatan seraya memperbanyaknya dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, serta melimpahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ
Allah Ta’ala berfirman:
ٱللَّهُ ٱلَّذِی یُرۡسِلُ ٱلرِّیَـٰحَ فَتُثِیرُ سَحَابࣰا فَیَبۡسُطُهُۥ فِی ٱلسَّمَاۤءِ كَیۡفَ یَشَاۤءُ وَیَجۡعَلُهُۥ كِسَفࣰا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ یَخۡرُجُ مِنۡ خِلَـٰلِهِۦۖ فَإِذَاۤ أَصَابَ بِهِۦ مَن یَشَاۤءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۤ إِذَا هُمۡ یَسۡتَبۡشِرُونَ * وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبۡلِ أَن یُنَزَّلَ عَلَیۡهِم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمُبۡلِسِینَ
“Allah dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, maka Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu menimpa hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, tiba-tiba mereka bergembira. Padahal sesungguhnya sebelum hujan itu diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.” [Qs. Ar-Rum: 48-49]
Air adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah, bukti dari kekuasaan-Nya yang agung. Air adalah nikmat dan karunia agung dari Sang Pencipta. Air menjadi sesuatu yang paling mahal ketika hilang, dan paling remeh ketika melimpah. Bila ia lenyap, menyusut, atau manusia tidak mampu mendapatkannya, bumi kehilangan kesegarannya, buah-buahannya hilang, hewan ternaknya binasa, dan warnanya menjadi pucat. Namun ketika air itu kembali, bumi pun bergetar, subur, dan menumbuhkan dari setiap jenis tanaman yang indah:
Air ini bila melampaui batas dan takarannya, makhluk bisa binasa karenanya. Namun Allah Jalla wa ‘Ala menurunkannya dengan kadar yang Dia kehendaki. Air dijadikan oleh Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Pemberi rezeki sebagai kehidupan bagi bumi, dan sebagai keberkahan serta rahmat bagi manusia dan hewan sebagai rezeki.
Air penciptaannya menakjubkan dan beritanya begitu mengagumkan. Rabbnya menjadikan ia tanpa warna, mengadakannya tanpa rasa, menurunkannya tanpa bau. Ia ringan, tampilannya indah, lembut, bening, mengalir masuk ke rongga-rongga tubuh; mudah dan lunak ketika dibawa dalam bejana dan tempat minum; namun bisa menjadi keras dan membinasakan ketika ia meluap di lembah-lembah, mencapai kaki-kaki gunung, menenggelamkan apa yang di bawahnya, dan meruntuhkan apa yang ada di depannya.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Adapun hujan, waktu turunnya ada di tangan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
مِفْتَاحُ الغَيْبِ خَمْسٌ لا يَعْلَمُهَا إلَّا اللَّهُ: لا يَعْلَمُ أَحَدٌ ما يَكونُ في غَدٍ، ولَا يَعْلَمُ أَحَدٌ ما يَكونُ في الأرْحَامِ، ولَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وما تَدْرِي نَفْسٌ بأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ، وما يَدْرِي أَحَدٌ مَتَى يَجِيءُ المَطَرُ
“Kunci-kunci perkara gaib itu ada lima, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah: Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang ada dalam rahim,
dan tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang akan ia usahakan esok,
dan tidak ada jiwa yang mengetahui di bumi mana ia akan mati,
dan tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan turunnya hujan.” (HR. Bukhari).
Banyak sekali, ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebut air, buah-buah hasilnya, dan keberkahannya; lebih dari enam puluh tempat dalam Al-Qur’an berisi gambaran dan pemandangan yang menunjukkan rububiyah dan keesaan Allah, serta bahwa air itu adalah nikmat dan rahmat dari Allah Ta’ala. Namun bukan hanya itu, air juga bisa menjadi azab, siksa, dan bencana bagi orang-orang zalim, kafir, dan ingkar.
Hembusan lembut dan tetesan kecil yang dinikmati ini bisa berubah menjadi banjir besar yang menghempas dan banjir bandang yang membinasakan.
Hujan adalah salah satu tentara Allah Ta’ala yang tunduk sepenuhnya kepada perintah-Nya. Al-Qur’an mencatat bagaimana air menjadi azab bagi kaum yang menyelisihi perintah Allah, berlaku sombong, dan menolak kebenaran, mulai dari kaum Nuh yang ditenggelamkan oleh air yang tercurah dari langit dan bumi, hingga kaum yang dihujani hujan kebinasaan, serta Fir’aun yang ditenggelamkan bersama bala tentaranya sebagai tanda bagi manusia setelahnya. Demikian pula banjir besar ‘Arim yang memporak-porandakan kaum Saba’ akibat keingkaran mereka terhadap nikmat Allah.
Di sisi lain, air dan hujan ini juga menjadi pertolongan bagi hamba-hamba Allah yang taat. Dalam Perang Badar, Allah menurunkan hujan untuk menenangkan hati kaum muslimin, mensucikan mereka, menghilangkan gangguan setan, serta menguatkan langkah mereka di medan jihad, maka air yang sama dapat menjadi rahmat atau azab; ia tunduk kepada perintah Allah sesuai dengan hikmah-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mengambil pelajaran dan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah.
Turunnya hujan dan hembusan angin adalah rahmat sekaligus ujian dari Allah; bisa menjadi keberkahan bagi sebagian hamba, namun bisa pula menjadi azab bagi kaum yang durhaka. Karena itu Nabi ﷺ, yang paling mengenal Allah, tampak khawatir setiap melihat awan lebat. Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa wajah beliau berubah saat melihat langit mendung, hingga turunlah hujan barulah kegembiraan tampak di wajah beliau. Beliau mengingatkan bahwa kaum ‘Ad pernah mengira awan azab sebagai awan pembawa hujan. Beliau pun membaca doa memohon kebaikan angin dan hujan, serta berlindung dari keburukan yang mungkin dikandungnya.
Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk tidak merasa aman dari kemungkinan adanya azab dalam fenomena alam, tetapi menghadapi semuanya dengan takut kepada Allah, taubat, dan doa. Beliau berdoa ketika turun hujan: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat,” dan ketika hujan deras yang dikhawatirkan mudarat, beliau berdoa agar hujan itu dialihkan ke tempat-tempat yang membawa maslahat. Demikianlah adab seorang hamba yang memahami kebesaran Allah dalam mengatur angin, awan, dan hujan.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Musibah banjir bandang yang terjadi di beberapa daerah, runtuhnya rumah, tenggelamnya terowongan, rusaknya kendaraan, luka-luka serta hilangnya nyawa, menjadi duka bagi seluruh kaum muslimin, karena umat ini ibarat satu tubuh yang merasakan sakit bersama. Namun semua yang terjadi berada di bawah qadha dan qadar Allah; tidak ada musibah yang menimpa kecuali telah tertulis dan ditetapkan oleh-Nya. Karena itu seorang hamba dituntut untuk bersabar, berserah diri, dan tidak memprotes ketetapan Allah, sambil menyadari bahwa kelalaian dan keteledoran manusia ikut memperparah dampak bencana yang berulang.
Bagi mereka yang wafat akibat tenggelam atau tertimpa runtuhan, terdapat harapan besar agar mereka dihitung sebagai syuhada di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits Nabi ﷺ. Syahid memiliki tingkatan-tingkatan, dan orang yang meninggal karena tenggelam atau tertimpa bangunan termasuk syahid akhirat, yakni mendapatkan pahala syahid. Musibah ini juga menjadi peringatan agar umat tidak lalai, karena bencana bisa menjadi hukuman yang menimpa semua orang ketika maksiat merajalela dan amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan.
Bencana seperti ini bagi orang beriman adalah ujian, penyaring, dan penghapus dosa sesuai kadar keimanan seseorang. Namun azab dapat menimpa seluruh kaum, baik yang saleh maupun yang bermaksiat, dan masing-masing akan dibangkitkan sesuai amalnya. Karena itu, kewajiban umat adalah mengambil pelajaran, memperbaiki diri, dan kembali kepada ketaatan, sebab kebaikan dan keberkahan hanya turun kepada kaum yang beriman dan bertakwa, sementara keburukan menimpa mereka yang berpaling dari perintah Allah. Tidak ada jalan keselamatan kecuali dengan mendekatkan diri kepada-Nya dan memperbaiki amal perbuatan.
Kaum muslimin rahimakumullah
Janganlah kita biarkan orang-orang merusak alam dengan menebang pohon sembarangan, mengambil hasil hutan tanpa kendali, atau melakukan tindakan yang merusak keseimbangan bumi, karena perbuatan seperti itu menjadi salah satu sebab kauniyah terjadinya banjir, tanah longsor, dan berbagai bencana alam lainnya. Pohon-pohon yang ditebang adalah benteng alami yang menahan air, menjaga tanah, dan melindungi lingkungan; jika ia hilang, maka kerusakan pun menyebar dan musibah semakin mudah terjadi, maka menjaga alam adalah bagian dari amanah keimanan, dan merusaknya adalah bentuk kezaliman yang kembali buruknya kepada manusia sendiri.
Mari kita saling membantu dan menguatkan saudara-saudara kita yang sedang ditimpa bencana. Bantuan itu tidak terbatas pada harta semata, tetapi mencakup doa yang tulus, uluran tangan, tenaga, waktu, pikiran, dan segala bentuk kebaikan yang mampu kita lakukan. Setiap dukungan, sekecil apa pun adalah bagian dari amal salih yang Allah cintai, dan dapat menjadi sebab terangkatnya kesulitan mereka serta turunnya rahmat bagi kita semua.
Salurkanlah bantuan melalui lembaga-lembaga resmi yang terpercaya agar tepat sasaran dan membawa manfaat sebesar-besarnya. Kita dapat berbagi informasi penting, membantu proses evakuasi, menyediakan logistik, atau memberikan donasi sesuai kemampuan masing-masing. Inilah wujud nyata ukhuwah islamiyah: bahu-membahu, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari solusi bagi saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga Allah mengganti setiap kebaikan dengan pahala yang lebih besar dan menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang peduli dan penuh kasih.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang hujan antara rahmat dan azab, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, Sudan dan negeri lainnya, serta kebaikan untuk pemimpin negeri kita, semoga Allah Ta’ala mengampuni dan merahmati setiap kita, dan mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الحَاجَات
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَأَهْلِنَا، وَلِكُلِّ مَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
