Khutbah Jumat
Ulurkan Tangan Bahu Membahu
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jama’ah Jumat rahimakumullah
Marilah kita terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan menambah kualitas ketaatan seraya memperbanyaknya dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, serta melimpahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ
Hari-hari ini kita kembali dikejutkan oleh kabar duka dari saudara-saudara kita sebangsa setanah air di Sumatera. Berbagai daerah di sana dilanda musibah: banjir bandang, tanah longsor, serta kerusakan rumah dan fasilitas umum. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta, dan lebih memilukan lagi kehilangan orang yang mereka cintai. Anak-anak menangis, para ibu kebingungan, para ayah berjuang menyelamatkan sisa-sisa kehidupan yang mereka miliki. Dalam sekejap, keadaan berubah; dari tenang menjadi cemas, dari nyaman menjadi penuh ketidakpastian.
Musibah yang terjadi bukan sekadar berita di layar ponsel dan tv. Itu adalah jeritan nyata dari saudara-saudara kita. Mereka adalah bagian dari tubuh yang sama; ketika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan. Hari ini, tubuh Indonesia kembali terasa perih. Sumatera sedang menangis, dan air mata mereka adalah ujian bagi hati kita: apakah kita peduli ataukah kita berpaling?
Melihat kondisi saudara-saudara kita di Sumatera, kewajiban iman memanggil kita untuk mengulurkan tangan, meringankan beban, memberikan doa, tenaga, dan harta sesuai kemampuan. Karena dengan membantu mereka, kita sebenarnya sedang membantu diri kita sendiri di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ menegaskan hal ini dalam sabda beliau:
وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Dalam kehidupan seorang muslim, saling membantu bukan sekadar akhlak mulia, tetapi bagian dari identitas keimanan. Islam mengajarkan bahwa kekuatan umat muncul ketika mereka saling menopang, saling menguatkan, dan bahu-membahu dalam menghadapi ujian hidup. Tidak ada seorang pun yang diciptakan untuk berjalan sendirian. Setiap manusia membutuhkan dukungan, perhatian, dan uluran tangan dari saudaranya.
Allah Ta‘ala berfirman dalam ayat yang sangat agung:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Mā’idah: 2)
Tolong-menolong dalam Islam meliputi banyak bentuk: membantu dengan tenaga, harta, doa, senyuman, nasihat yang baik, hingga memberikan waktu untuk mendengarkan keluh kesah saudara. Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan uang, tetapi perhatian dan bahu untuk bersandar. Setiap bentuk bantuan, sekecil apa pun, adalah amalan yang dicatat oleh Allah.
Begitu besar perhatian Islam terhadap sikap saling menolong, sampai-sampai Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai perbuatan paling dicintai Allah. Beliau bersabda:
أَحَبُّ النّاسِ إِلَى اللهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنّاسِ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ سُرُورٌ يُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ يَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ يَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا. وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ – يَعْنِي: مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ – شَهْرًا. وَمَنْ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ مَلَأَ اللهُ قَلْبَهُ رَجَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى تَتَهَيَّأَ لَهُ أَثْبَتَ اللهُ قَدَمَهُ يَوْمَ تَزُولُ الأَقْدَامِ، وَإِنَّ سُوءَ الْخُلُقِ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُّ الْعَسَلَ
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Dan amalan yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam hati seorang Muslim; atau engkau menghilangkan darinya satu kesusahan; atau engkau melunasi utangnya; atau engkau menghilangkan rasa laparnya. Dan sungguh, aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini — yaitu Masjid Nabawi — selama satu bulan. Barang siapa menahan amarahnya, Allah akan menutupi aibnya. Barang siapa menahan rasa marahnya, padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari Kiamat. Dan barang siapa berjalan bersama saudaranya dalam suatu kebutuhan hingga tuntas, Allah akan meneguhkan kakinya pada hari di mana banyak kaki tergelincir. Dan sungguh, akhlak yang buruk dapat merusak amal sebagaimana cuka merusak madu.” (HR. Ṭabarāni, sahih)
Setiap kali kita meringankan beban orang lain, membantu tetangga, menyumbang untuk korban bencana, menyantuni yatim, atau menolong teman yang sedang kesulitan, kita sedang melakukan sesuatu yang dicintai oleh Allah.
Kebersamaan dan gotong-royong adalah kekuatan besar yang membuat umat Islam kokoh. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ؛ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, dan empati bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan panas dan demam.” (HR. Bukhari & Muslim)
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Di balik setiap musibah, selalu ada peluang untuk menunjukkan kepedulian. Ketika kita melihat saudara kita ditimpa bencana, kehilangan pekerjaan, sakit, atau tertimpa kesempitan, di situlah Allah menguji sejauh mana kita peka terhadap penderitaan umat. Orang mukmin bukanlah yang merasa cukup ketika orang lain kekurangan, tetapi yang tergerak hatinya untuk berbagi.
Sebaliknya, orang yang enggan membantu padahal mampu, berarti ia sedang menjauhkan diri dari karakter kemuliaan yang dicintai oleh Allah, dan kepedulian sosial adalah tanda keimanan.
Melalui sikap saling membantu, Allah membersihkan hati kita dari sifat egois dan kikir. Uluran tangan yang kita berikan kepada orang lain, hakikatnya adalah uluran rahmat Allah kepada diri kita sendiri. Tidak ada harta yang berkurang karena sedekah. Tidak ada waktu yang hilang karena kita membantu. Justru semua itu kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan yang berlipat ganda.
Saudaraku sekalian rahimakumullah
Ulurkanlah tanganmu sebelum ada tangan lain yang meminta. Jadilah orang yang berjalan mencari peluang kebaikan, bukan yang menunggu diminta. Jadilah sebab Allah menghilangkan kesulitan orang lain, niscaya Allah akan menghilangkan kesulitanmu pada hari di mana engkau paling membutuhkannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ،
“Barang siapa melepaskan satu kesulitan dari seorang mukmin di antara kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)
Inilah janji yang tidak mungkin berkhianat. Hari kiamat adalah hari paling berat; namun Allah menjadikan tolong-menolong sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan kemudahan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ringan tangan, lembut hati, dermawan, peka terhadap penderitaan umat, dan mampu menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton. Mari bahu membahu, berjalan bersama, dan menebarkan kebaikan sebanyak mungkin.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang ulurkan tangan bahu membahu, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, Sudan dan negeri lainnya, serta kebaikan untuk pemimpin negeri kita, semoga Allah Ta’ala mengampuni dan merahmati setiap kita, dan mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الحَاجَات
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَأَهْلِنَا، وَلِكُلِّ مَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
