♻ Pertanyaan❓
Assalamualaikum, ustazd mau nanya, ada yang menyatakan suatu perkara itu haram dan halal itu adalah urusan Allah, lantas bagaimana dengan makanan yang di toko atau warung makan, saya melihat ada tulisan halal sedangkan yang menuliskan halal itu kan manusia. Bagaimana tanggapan dan solusinya???
♻ Jawaban📮
Merupakan hal yang telah diterangkan oleh Allah dalam Al Qur’an dan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang halal dan yang haram, namun banyak manusia yang belum mengetahui atau tidak mengetahuinya sehingga membutuhkan informasi dalam bentuk tulisan, terutama diberbagai produk yang tidak bisa diketahui secara langsung bagaimana proses pembuatannya dan bahan yang digunakan sehingga perlu lembaga yang meneliti hal tersebut dan menyampaikannya kepada masyarakat bahwa proses dan bahan yang digunakan benar halal dan tidak melanggar ajaran islam.
Diantara dalil makanan yang haram
إنما حرم عليكم الميتة و الدم و لحم الخنزير وما أهل به لغير الله
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah.” [QS. Al Baqarah:173].
Allah memerintahkan kita untuk makan makanan yang baik dan halal serta harus berhati hati dari makanan haram.
“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya [Q.S. Al maidah:88]
diayat lainnya disebutkan
يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168)
Dan firman-Nya pula:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَارَزَقْنَاكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari yang telah Kami rizkikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 172).
Dan dalam hadist disebutkan bahwa,
مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul jami)
Selain itu makanan yang haram yang dimakan, bisa mengakibatkan do’a tidak dikabulkan, sebagaimana sabda nabi ﷺ:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)
🔰 Dijawab Oleh
Ust. Ardian Kamal, Da’i Kantor Dakwah Kota Riyadh, Arab Saudi.
📲 Read & Share