Penemuan terbaru yang dilakukan oleh sebuah LSM di Mesir yang meneliti masalah sosial dan kriminal, meneyebutkan bahwa 20% dari para istri memukul suaminya. Penyebabnya, suami yang lemah, sembrono, dan grogi di hadapan istri. Kekerasan memanas pada akhirsetiap bulan, setelah gaji suami habis.
Peneliatian ini juga menyimpulkan bahwa kasus pemukulan kepada suami mencapai angka 50% pada masyarakat buta huruf dan 15 % pada masyarakat berpenghasilan menengah (www.islammema.cc)
Kondisi tersebut belum bercerai secara total;hati merekalah yang telah bercerai. Mereka memfungsikan rumah hanya sebatas tempat yang nyaman beristirahat, tidur, dan makan. Keluarga macam ini hanya akan melahirkan generasi yang berkepribadian buruk dan berpendirian goyah dalam masyarakat muslim.
Saat ini, kita sedang menghadapi apa yang disebut ‘distorsi pernikahan’. Hanya sebagian kecil saja yang tetap konsisten dengan pernikahannya. Cerai menjadi solusi termudah pada zaman ini. Pendaftaran cerai hanya karena masalah sepele telah memenuhi berkas-berkas gugatan di pengadilan.
Banyak ibu yang tidak lagi mempedulikan anak-anaknya setelah perceraian. Jika boleh dikatakan, merekah yang menjadikannya seperti itu. Padahal, sebelumnya mereka begitu dekat. Ini merupakan sebuah kerusakan yang amat besar.
Sebab lainnya yang tidak kalah penting adalah semakin lemahnya kepribadian orang zaman sekarang dalam memegang tanggung jawabnya. Akibatnya, lahirlah kerusakan akhlak pada generasi muda sekarang. Kehidupannya diatur oleh acara-acara hiburan televisi, video klip dan konser musik yang melenakan.
Globalisasi juga telah mencengkram dengan kuat hati para pemuda kita. Dari sinilah terbangun hubungan antara pemuda dengan masyarakatnya, di mana laki – lakinya hidup secara bebas dengan sejumlah perempuan. Pada suatu waktu mereka berkenalan dan saling suka, berpacaran, dan akhirnya jatuh dalam perbuatan yang terlarang.
Apalagi revolusi media sosial yang gegap gempita menjadikan pergaulan, dan khalwat dengan lawan jenis semakin begitu mudah. Banyak aplikasi yang menyediakan video saling memandang yang tak jarang digunakan untuk perilaku yang rusak.
Di kalangan suami masyarakat yang telah berkeluarga, terdapat kecenderungan yang juga turut memprihatinkan. Dimana, perceraian menjadi trend. Bahkan banyak dicontohkan oleh para artis. Sebenarnya cukup aneh juga, sebab banyak artis dan penyanyi yang membawakan lagu-lagu dengan tema-tema cinta dan romantisme, akan tetapi gagal membina rumah tangga yang seharusnya cinta dan romantisme itu dirajut.
Tercatat pada atahun 2007, sedikitnya 200.000 pasangan melakukan pisah ranjang alias cerai. Meski angka perceraian ini tidak setinggi di Amerika Serikat dan Inggris (hingga 66,6 % dan 50% dari jumlah total perkawinan), namun angka perceraian di Indonesia ini sudah menjadi rekor tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Sebagai contoh, di wilayah Jawa Timur, peningkatan angka perceraian dari tahun ke tahun selalu bertambah. Tahun 2003 sejumlah 40.391 pasangan. Tahun 2004 meningkat menjadi 42.769 dan tahun 2005 mencapai 55.509 perceraian.
Tahun 2000-an hanya 30% perceraian talak, dimana suami mencerai istrinya, sedangkan tahun 2005 ada 68,5 % perceraian melalui cerai gugat, dimana istri menggugat suaminya. Beberapa waktu yang lalu, artis Gracia Indri marak diberitakan gugatan cerai David Noah.
Tahun 2016 lalu berdasarkan data yang dihimpun kumparan.com, ada beberapa selebriti yang berita perceraianya paling menarik perhatian. Diantaranya adalah Ade Sechan – Sandhy Sondoro, Masayu Anastasia – Lembu Wiworo Jati, Risty Tagor – Stuart Collin, Sahrul Gunawan-Indriani Hadi, Marcellino Lefrandt – Dewi Rezer, Melanie Subono – I Gusti Ngurah Agus Wijaya, Angel Karamoy dan Steven Rumangkang, Onky Alexander – Paula Ayustina, Sheila Marcia – Kiki Mirano, serta Lulu Tobing – Danny Bimo Hendro Utomo yang tidak dianggap memenuhi persyaratan cerai karena Lulu Tobing tidak hadir 3 x dalam siding perceraiannya.
Deretan artis tersebut, seharusnya bisa dijadikan pelajaran. Sebab seharusnya tokoh, serta figure dan idola yang punya banyak pengikut dan pengagum sebaiknya memperlihatkan teladan yang baik kepada khalayak ramai. Jika dibiarkan, hal tersebut bisa berdampak pada masyarakat yang masih banyak cendertung labil (wallohu a’lam bi as-Showab)
Referensi:
Ahmad ath-Thahthawi, Cerdas Mencari Istri Shalihah, Solo: Aqwam, 2010.
https://kumparan.com/achmad-rafiq/10-perceraian-seleb-paling-disorot-sepanjang-2016