Khutbah Jumat
Belajar dari Surah Al Kautsar
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِلِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jama’ah Jumat yang sama berbahagia
Surah al-Kautsar adalah surah yang agung, surah yang berada pada urutan 108 al-Quran, surah yang berisi tentang kenikmatan yang banyak dari Allah Ta’ala kepada NabiNya Muhammad ﷺ, begitu juga penyebutan perintah shalat dan menyembelih hanya diperuntukkan kepada Allah Ta’ala, serta penyebutan tentang orang yang membenci Rasulullah ﷺ ialah yang terputus dari segala kebaikan.
Apa rahasia, apa pelajaran, apa faidah yang bisa kita petik dari surah yang mulia ini, surah yang yang memiliki 3 ayat ini?
Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah
Mari kita mulai,
أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ ٱلرَّجِیمِ
Aku berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan setan yang terkutuk
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
(Qs. al Kautsar ayat 1-3)
Jama’ah jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala
Berikut beberapa pelajaran penting dari surah mulia ini:
- Surah al Kautsar disebut juga sebagai surah Innaa A’thainaakal Kautsar, dan disebut juga sebagai surah an Nahr. (Betaqat Suwar Al Quran)
- Surah ini memiliki sebab turun,
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : نَزَلَتْ فِي الْعَاصِ بْنِ وَائِلٍ، وَذَلِكَ أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ مِنَ الْمَسْجِدِ وَهُوَ يَدْخُلُ، فَالْتَقَيَا عِنْدَ بَابِ بَنِي سَهْمٍ وَتَحَدَّثَا وَأُنَاسٌ مِنْ صَنَادِيدِ قُرَيْشٍ فِي الْمَسْجِدِ جُلُوسٌ، فَلَمَّا دَخَلَ الْعَاصُ قَالُوا لَهُ : مَنِ الَّذِي كُنْتَ تُحَدِّثُ؟ قَالَ : ذَاكَ الْأَبْتَرُ. يَعْنِي رَسُولَ اللَّهِ ﷺ . وَكَانَ قَدْ تُوُفِّيَ قَبْلَ ذَلِكَ عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَكَانَ مِنْ خَدِيجَةَ، وَكَانُوا يُسَمُّونَ مَنْ لَيْسَ لَهُ ابْنٌ أَبْتَرَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ السُّورَةَ
Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa, “Surah ini turun sebab Al ‘Aash bin Wa’il di mana ia melihat Rasulullah ﷺ keluar dari Masjid, dan ia masuk, maka keduanya bertemu dan berbicara di pintu bani sahm, sedangkan para pembesar Qurays dalam masjid duduk-duduk. Saat al ‘Aash masuk, mereka bertanya kepadanya, ‘Siapa yang kamu ajak bicara tadi?’, ia menjawab, ‘Tadi itu Al Abtar’ yakni Rasulullah ﷺ, karena anak laki-laki Rasulullah ﷺ telah wafat sebelumnya yaitu Abdullah dari Khadijah. Dulu mereka menamakan orang yang tidak memiliki anak laki-laki disebut sebagai Abtar (terputus nasab keturunannya) maka Allah turunkan surah ini.” (Asbab Nuzul Lil Wahidiy, hal 466)
- Apa yang dimaksud al Kautsar?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أتَدْرُونَ ما الكَوْثَرُ؟ فإنّهُ نهرٌ وعَدَنِيهِ رَبِّي عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هوَ حَوْضِي تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ القيامَةِ آنِيَتُهُ كعَدَدِ النُّجُومِ فيخْتَلجُ العَبْدُ منهُمْ فأقولُ: رَبِّ إنّهُ مِن أُمَّتِي فيَقولُ: ما تَدْرِي ما أحْدَثَ بعدَكَ
“Tahukah kalian apa itu Al Kautsar? adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla, memiliki kebaikan yang banyak, telaga yang akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebagian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Nabi bersabda; Ya Rabb ku mereka dari umatku , kemudian dikatakan kepadanya Wahai Muhammad engkau tidak tahu amalan apa yg mereka kerjakan sepeninggalmu” (HR. Muslim, no. 400).
- Al Kautsar dalam bahasa arab artinya kebaikan dan nikmat yang banyak, namun secara penyebutan khusus al Kautsar adalah nama salah satu sungai yang Allah Ta’ala berikan khusus kepada NabiNya Muhammad ﷺ. Dari sungai ini mengalir ke telaga Rasulullah ﷺ pada hari kiamat.
Muhammad al Khudhairy mengatakan,
الْكَوْثَرَ الخَيْرَ الكَثِيرَ، وَمِنْه نَهْرُ الكَوْثَرِ فِي الجَنَّةِ
“Al Kautsar adalah kebaikan yang banyak, dan di antaranya sungai al Kautsar di dalam Surga” (As Siraj Fie Bayani Gharibil Quran)
- Di antara kebaikan banyak yang dikaruniakan khusus kepada Rasulullah ﷺ adalah apa yang terdapat dalam hadis beliau,
أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ وَأُحِلَّتْ لِي الْمَغَانِمُ وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّة
“Aku diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: (1) Aku diberikan kemenangan dengan rasa takut pada musuh sejarak satu bulan, (2) bumi dijadikan masjid dan pensuci untukku, maka kapanpun seseorang dari umatku telah memasuki waktu sholat maka shalatlah, (3) aku diberikan syafa’at, (4) dihalalkan untukku harta rampasan perang dan (5) seorang Nabi diutus kepada kaumnya secara khusus dan aku diutus kepada semua manusia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Kaum muslimin rahimakumullah
- Dalam ayat kedua, sebagaimana diketahui bahwa semua ibadah diharuskan hanya kepada Allah Ta’ala, namun ayat ini dikhususkan penyebutan perintah shalat dan menyembelih hanya diperuntukkan kepada Allah Ta’ala, menunjukkan urgensi dari 2 ibadah ini.
Imam At Thabary rahimahullah mengatakan,
فاجْعَلْ صَلاتَكْ كُلَّها لِرَبِّكَ خالِصًا دُونَ ما سِواهُ مِنَ الأنْدادِ والآلِهَةِ، وكَذَلِكَ نَحْرُكَ اجْعَلْهُ لَهُ دُونَ الأوْثانِ
Artinya: “Jadikanlah shalatmu seluruhnya untuk Allah Ta’ala semata ikhlas karenaNya, tidak kepada selainNya dari berhala dan sembahan, begitu juga kurbanmu, jadikan untuk Allah Ta’ala tidak untuk para berhala.” (Tafsir At Thabary: 24/696)
- Allah Ta’ala berfirman,
قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (Qs. Al-An’am: 162)
- Pada ayat terakhir, Allah Ta’ala membela NabiNya Muhammad ﷺ dari celaan yang menghina beliau di mana semua anak laki-laki beliau wafat di usia yang masih sangat kecil, sehingga para pencela Rasulullah ﷺ merekalah para orang-orang terputus dari segala kebaikan, rahmat, dan karunia Allah Ta’ala.
Kaum muslimin rahimakumullah
Demikian khutbah pertamaa ini, semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kita semua kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan meminum dari telaga beliau serta beramal hanya karena Allah Ta’ala.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَإِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرِ الرَّحِيمِ
Khutbah kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
أَمَّا بَعْدُ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
