Khutbah Jumat
Hari Makan Minum dan Dzikir
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِلِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral muslimin jama’ah jumat yang berbahagia
Hari ini adalah hari tasyriq, seorang muslim tidaklah diperkenankan berpuasa, kecuali jamaah haji yang tidak mendapatkan hadyu.
عَنْ عَائِشَةَ وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
Dari ‘Aisyah dan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma keduanya berkata: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyriq kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hadyu”. (HR Al Bukhari no. 1997)
Berdzikir kepada Allah Ta’ala dilakukan setiap hari, namun untuk hari-hari mulia ini, dimulai dari awal masuknya bulan Dzulhijjah hingga akhir tasyriq, lebih ditekankan untuk memperbanyak berdzikir kepada Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya,
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan (yaitu 10 hari terbaik).” (Qs. Al-Hajj: 28)
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan (yaitu hari-hari tasyriq 11, 12, 13).” (Qs. Al-Baqarah: 203)
Dzikir yang dimaksud adalah dzikir apa saja yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala, seperti:
Pertama: Takbir mutlaq dan muqayyad, takbir mutlaq kapan saja mulai masuknya magrib malam pertama bulan Dzulhijjah hingga terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah.
Adapun takbir muqayyad maka setiap selesai shalat fardhu, dimulai setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah hingga shalat ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
Kedua: Membaca bismillah dan takbir setiap kali menyembelih hewan qurban.
Ketiga: Membaca bismillah ketika hendak mulai makan minum, dan membaca alhamdulillah ketika selesai.
Meskipun bismillah dan alhamdulillah dilakukan setiap kali makan dan minum, tapi diingatkan lagi di hari-hari ini yang merupakan hari-hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah.
Perlu juga diingatkan ketika makan dan minum diniatkan untuk memperkuat beribadah, jangan asal mengisi perut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdabda,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah.” (HR Muslim 1141)
Kaum muslimin rahimakumullah
Keempat: Dzikir-dzikir lainnya yang dianjurkan untuk kita membacanya dalam aktifitas keseharian kita, seperti: dzikir pagi petang, dzikir ketika masuk masjid, keluar masjid, dzikir saat naik kendaraan, dan seterusnya.
Kelima: Memperbanyak doa sapu jagat.
قال عكرمة: كان يستحب أن يقال في أيام التشريق: {رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}
Berkaya ikrimah, “Disunnahkan membaca doa pada hari tasyriq: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (Lathaiful Ma’arif, hal 290)
Keenam: Memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ terutama di hari Jumat lebih ditekankan.
Sidang jama’ah Jumat yang semoga diampuni oleh Allah Ta’ala
Hari tasyriq menandakan hari-hari istimewa akan segera pergi meninggalkan kita. Mari memperbanyak amalan shalih terutama takbiran di sisa hari-hari terbaik ini.
Hari-hari mulia telah berlalu, hari-hari terbaik telah kita lewati, tidak ada hari selain dari hari-hari itu amalan-amalan shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah Ta’ala dari hari lainnya, bahkan jihad sekalipun, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah Ta’ala, tidak kembali lagi dengan dirinya dan hartanya sedikitpun.
Kami yakin bahwa semua jama’ah telah menggunakan waktunya semaksimal mungkin dalam mengisi hari-hari mulia itu. Ada yang mengisinya dengan puasa, ada yang banyak bersedekah, ada yang senantiasa bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil dan berdzikir dengan dzikir lainnya, ada yang mengkhatamkan al-Quran, ada yang berkurban, ada yang selalu menjaga lisannya, dan berbagai kebaikan amalan shalih lainnya dilakukan pada hari-hari tersebut.
Perlu diingatkan bahwa kita semua adalah hamba Allah Ta’ala kapanpun dan di manapun. Kita semua harus beribadah kepada-Nya dari waktu ke waktu. Tidak ada kata libur bagi seorang hamba dalam menjalankan perintah-perintah Rabbnya dan menjauhi larangan-laranganNya, karena kita adalah hamba yang mesti terus menerus menyembah-Nya hingga ajal menjemput kita. Allah Ta’ala berfirman,
وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ
Dan sembahlah Rabbmu sampai ajal datang kepadamu.” (Qs Al-Hijr: 99)
Kaum muslimin rahimakumullah
Kita mengetahui bahwa puasa Arafah yang telah dilakukan, keutamaannya menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun kemudian, tidaklah menjadikan kita sebagai manusia yang bebas tidak lagi beribadah, atau bahkan bebas bermaksiat, karena di benak kita dosa-dosa telah terampuni untuk setahun ke depan. Mengapa? Karena tidak ada di antara kita yang mengetahui amalan puasa Arafahnya dan amalan lainnya diterima oleh Allah Ta’ala, tidak pula mengetahui apakah dosanya diampuni oleh-Nya.
Makanya doa yang senantiasa mesti untuk kita ucapkan agar amalan shalih kita diterima, dan dosa kita diampuni adalah
رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ
“Yaa Rabb kami, terimalah dari kami (amalan-amalan shalih kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
وَتُبۡ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ
“Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”
Kaum mukminin hafizhakumullah
Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Ta’ala menutup hidup kita semua dalam keadaan husnul khatimah.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذًنْبٍ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ
Khutbah Kedua
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَمَّا بَعْدُ
فَقَالَ الله تعالي
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
