Khutbah Jumat
Kontinu Meski Sedikit Pasca Ramadan
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral muslimin jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala
Hari ini adalah hari Jumat pertama di bulan Syawal, tepat pada tanggal 3 Syawal 1445 Hijriah. Suatu prestasi yang gemilang tatkala seseorang di hari ketiga ini sudah berada pada juz ke-3 dalam bacaan al-Qurannya.
Ramadhan telah berlalu, bulan suci telah pergi, bulan mulia telah lewat, bulan berkah telah tiada untuk tahun ini. Ketika kita menyembah Allah ‘Azza wa Jalla dengan sangat giat dan semangat di bulan mulia tersebut, maka kita juga perlu tetap istiqomah menyembah-Nya di luar bulan agung itu meskipun sedikit.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ مَا دُوْوِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ
“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (Muttafaqun ‘Alaihi, HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 782)
Memang betul bahwa Nabi ﷺ paling banyak tilawah dan tadabbur di bulan Ramadhan, namun beliau tetap banyak mengulang-ulang al-Quran di luar bulan Ramadhan, sambil turunnya wahyu beliau tetap banyak berinteraksi dengan al-Quran, karena ialah mukjizat terbesar dan terhebat yang pernah ada.
Selain di bulan Ramadan, para salaf biasanya juga membaca al-Quran di luar Ramadan dan mengkhatamkannya. Perhatikan semangat Qatadah rahimahullah dalam berinteraksi dengan Al-Quran,
كَانَ قَتَادَة يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي سَبْعٍ، وَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ خَتَمَ فِي كُلِّ ثَلاَثٍ، فَإِذَا جَاءَ العَشْرُ خَتَمَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap malam.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276)
Kaum muslimin rahimakumullah
Memang betul bahwa Nabi ﷺ paling dermawan di bulan Ramadhan, namun beliau tetaplah dermawan di luar bulan Ramadhan, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
كَانَ النَّبِىُّ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ
“Nabi ﷺ adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan” (Muttafaqun ‘Alaihi, HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)
Pada dasarnya Allah Ta’ala memberikan karunia yang sangat banyak bagi yang selalu bersedekah, bayangkan 1 sedekah sama pahalanya 700 kali lipat bahkan lebih. Allah Ta’ala berfirman,
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah, Ayat 261)
Memang betul bahwa Nabi ﷺ paling kuat shalat malam di bulan Ramadhan, namun beliau tetaplah sosok yang selalu merutinkannya di luar bulan Ramadhan, bahkan kaki beliau ﷺ sampai pecah-pecah
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ، فَقُلْتُ لَهُ: لِمَ تَصْنَعُ هَذَا يَا رَسُولَ الله وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأخَّرَ؟ قَالَ: أفَلاَ أكُونُ عَبْداً شَكُوراً
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Nabi ﷺ biasa melakukan shalat malam sampai kedua kakinya pecah-pecah, maka aku berkata kepadanya, ‘Kenapa engkau melakukan seperti ini, wahai Rasulullah? Padahal dosa-dosamu yang telah lalu dan akan datang telah diampuni.’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur.’” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari, no. 4837 dan Muslim, no. 2820)
Memang betul bahwa Nabi ﷺ paling terbaik ketika puasa di bulan Ramadhan, namun telah kita ketahui bahwa beliaupun merutinkan puasa di luar bulan Ramadhan.
Jama’ah Jumat yang berbahagia
Masih banyak lagi amalan yang biasa kita lakukan di bulan Ramadhan, kita juga bisa melakukannya di luar bulan Ramadhan, baik amalan wajib, amalan sunnah, amalan hati, meninggalkan maksiat, dan seterusnya.
Sebagai penutup, mari sejenak merenungkan ungkapan indah bahwa jadikanlah kehidupan kita seluruhnya seakan Ramadan, pahala puasa tidak akan terputus dengan perginya bulan puasa, pahala interaksi alquran tidak akan berhenti dengan berlalunya bulan alquran, pintu-pintu masjid tetap dibuka bagi hamba-hamba Allah Ta’ala dan tetap akan ada hamba-hamba Allah yang akan shalaf berjamaah, sedekah-sedekah akan tetap dibutuhkan, sembahlah Allah Ta’ala hingga ajal menjemput
Allah Ta’ala berfirman,
وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ
dan sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu. (Q.S. Al-Hijr, Ayat 99)
Kaum muslimin jama’ah Jumat yang berbahagia
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang kontinu meski sedikit pasca Ramadhan, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, semoga Allah mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
