Seminar Parenting Nasional yang mengangkat tema “Membentuk anak unggul berkarakter Qur’ani” diadakan oleh Forum Silaturahim orang tua SIT Nurul Fikri Makassar. Seminar yang diselenggarakan di Four Points by Sheraton Makassar, 19 februari 2017 dihadiri kurang lebih 300 orang yang terdiri dari para orang tua siswa SIT Nurul Fikri Makassar dan masyarakat umum.
Acara yang bertajuk pendidikan anak ini dimulai pukul 08.00 hingga 15.30 WITA. Sebelum acara seminar dibuka terlebih dahulu para hadirin disuguhi dengan penampilan nasyid dari siswa dan siswi SIT Nurul Fikri yang menarik.
Tepat pukul 10.00 acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan sari tilawah berbahasa inggris oleh siswi SIT Nurul Fikri, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia yaitu Dr. Ir. Nurbaya Busthanul, M.Si., yang sekaligus merupakan ketua umum Forum Silaturahim orang tua SIT Nurul Fikri Makassar. Setelah itu, sambutan dari ketua yayasan darul Fikri Makassar dr.Adnan Ibrahim, Sp.PD dimana beliau menjelaskan tentang bagaimana membentuk anak unggul harus di mulai dari orang tua, dengan mengangkat sebuah ayat dalam Qur’an Surah Ibrahim. Selain itu, kisah fenomenal tentang kepemimpinan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabatnya menjadi topik pembicaraan beliau. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Dr. Ir. Majdah M. Zain, M.Si, yang merupakan keynote speaker pada acara tersebut. Beliau juga merupakan ketua Forum Kajian Cinta Al-Qur’an. Dalam sambutannya beliau memaparkan tentang Al-Qur’an dan era digital. Bahwa sekarang ini adalah era digital (IT), bagaimana mencetak generasi unggul di era digital bagaimana menjadi manusia digital. Manusia digital adalah manusia yang mampu mengikuti perkembangan peradaban tetapi tetap berada pada garis orbitnya yaitu Laa ilaha illallah. Dan cara mencetak generasi unggul berkarakter Qur’ani resepnya adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Dan kewajiban orang tualah dalam mendidik anaknya karena di tahun 2030 yang merupakan bonus demografi (80% penduduk Indonesia berada di usia produktif dan angkatan kerja) di tahun 2045 indonesia merdeka yang ke 100. Dan bonus demografi tersebut akan menjadi peluang bagi kita ketika kita peduli dengan anak sekarang, pungkasnya.

Hj. Neno Warisman, “Membentuk anak unggul berkarakter Qur’ani”
Materi seminar parenting yang merupakan puncak dari acara tersebut yang dibawakan oleh Hj. Bunda Neno Warisman yang merupakan pemerhati pendidikan anak di samping dan merupakan pendiri dan ketua umum gerakan ibu negeri.
Di awal materi, beliau menjelaskan bagaimana kita harus mau menerima dan melakukan perubahan pada diri dan anak-anak kita. Kemudian dilanjutkan dengan bagaimana membentuk anak berkarakter qur’ani.
Lewat buku dari Dr. Nashir Ulwan yang berjudul Tarbiyatul Awlad beliau menjelaskan ada 5 pokok prinsip karakter manusia, yaitu Pembiasaan, Perhatian, Keteladanan, Nasihat, Evaluasi dan Sanksi.
Selain memberikan materi dalam acara tersebut juga di selingi dengan 2 video yaitu video tentang otak dan buah dari perbuatan baik. Dalam video tentang otak, dijelaskan bagaimana kita memilih kata-kata yang baik buat anak karena dalam otaknya ada yang disebut dengan ‘danau bunuh diri’ (sel bunuh diri) yang berjumlah 200 miliar neuron ketika berumur 16 tahun akan tumbuh optimal jika anak ketika diberi pengasuhan yang baik, kata-kata yang baik, tapi ketika diberi perlakuan yang buruk maka sel-sel otaknya akan melakukan ‘bunuh diri’.

Dihadiri kurang lebih 300 orang
Dalam paparan materinya, Bunda Neno menjelaskan bahwa ada lima cara membentuk anak unggul berkarakter qur’ani. Ia mengulas berdasarkan pendapat Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan, bahwa untuk membentuk karakter setidaknya diperlukan pembiasaan, perhatian, keteladanan, nasihat, serta evaluasi san sanksi. Selain itu ia mengulas nasihat Lukman al-Hakim kepada anaknya (QS. Luqman : 12-19), yaitu :
- Karakter bersyukur
- Karakter taat, setia dan lurus
- Karakter santun, hormat, penyanyang
- Karakter adil, mampu, menahan diri, sabar
- Karakter dermawan, tulus, suka bekerja keras, amanah, jujur, ikhlas
- Karakter rendah hati
- Karakter sederhana, apa adanya, berbahasa mulia
Di akhir seminar, Bunda Neno Warisman menjawab beberapa pertanyaan peserta tentang peran orang tua. Ia menyimpulkan bahwa seorang anak tidak tidak boleh memilih antara ayah atau ibu, tapi harus ada keduanya. Setiap anak itu punya keistimewaan. Orang tua harus megoptimalisasi peran, memperluas lingkungan dan membangun jaringan agar anak bisa lebih dekat kepada orang tuanya.
NB: tulisan ini adalah resume materi seminar Parenting oleh Hj. Nenno Warisman
Ditulis Oleh: Hasniar ‘Aburrahman, AMKG, S.K.M. (Guru KB dan TK Iman al-Qurbah)