Khutbah Jumat
Ada Tiga Hal Dalam Hadits, Perhatikanlah!
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ
Kaum muslimin jama’ah Jumat yang semoga dimuliakan Allah Ta’ala
Hadits-hadits yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki berbagai macam variasi. Kadang dengan metode tanya jawab, kadang dengan langsung menyampaikan, kadang bercerita kisah-kisah nyata, dan kadang menyebutkan beberapa hal dengan jumlah, ada yang dua, ada yang tiga, empat, lima, enam, tujuh, dan seterusnya. Ada yang memberikan faidah pembatasan, maksudnya hanya angka tersebut, dan ada yang sebagai penyebutan angka saja tanpa sebatas angka yang disebutkan tersebut.
Kaum muslimin rahimakumullah
Mari kita menyimak bersama pemaparan beberapa hadits yang menyebutkan beberapa hal dengan angka 3 yang sangat perlu untuk kita perhatikan.
- Ada 3 yang diridhoi Allah, dan ada 3 yang dibenci oleh-Nya.
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian supaya beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya, dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”” (H.R. Muslim no. 1715).
Dari hadits ini, kita perlu memperhatikannya agar kita diridhoi oleh Allah Ta’ala dan tidak dibencin oleh-Nya.
- Ada 3 yang di dalamnya terdapat manisnya keimanan.
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka” (Muttafaqun ‘alaihi, H.R. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43).
Keimanan yang kita miliki tidak sekedar keimanan begitu saja, ada manis keimanan yang harus kita rasakan, dengan adanya hadits ini, kita telah mengetahui hal-hal yang bisa membuat kita merasakan manisnya keimanan.
- Ada 3 doa yang tidak tertolak.
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga doa yang akan dikabulkan, dan tidak diragukan padanya, yaitu: doa orang tua, doa orang yang bersafar, dan doa orang yang dizhalimi.” (H.R. Abu Dawud no. 1536, At-Tirmidzi no. 1905, dan Ibnu Majah no. 3862, hasan oleh Al Albani).
Dari hadits ini, dapat diketahui betapa agungnya keutamaan orangtua ketika mendoakan anak-anaknya, betapa Maha Lembutnya Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang melakukan safar, dan betapa Maha Adilnya Allah Ta’ala kepada orang yang terzalimi.
- Ada 3 tanda-tanda munafiq.
إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tanda-tanda munafiq ada 3; Jika berkata ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, jika diberi amanah ia berkhianat”. (H.R. Al-Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).
Oleh karena itu, mari kita hindari sifat-sifat munafiq tersebut, mari untuk senantiasa kita jujur, menepati janji, dan menunaikan amanah dengan baik.
- Ada 3 amalan jariyah.
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginyaz dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim no. 1631)
Siapa di antara kita yang menginginkan dirinya tetap mendapatkan pahala yang mengalir bahkan sampai ketika di dalam kuburannya? Tentunya semuanya mau, mak mari kita perhatikan ketiga amalan jariyah tersebut.
Ma’asyirol muslimin akramakumullah
- Ada 3 wasiat agung.
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku, “Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” (H.R. At-Tirmidzi no. 1987, hasan oleh Al Albani).
Wasiat agung yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabatnya bukan diperuntukkan untuk sahabat tersebut saja tapi untuk kita seluruh ummatnya, maka mari kita mengamalkan dengan baik wasiat tersebut, agar kita menjadi orang-orang beruntung.
- Ada 3 perintah digandengkan dengan keimanan kepada Allah Ta’ala dan hari kiamat.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (H.R. Al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47]
Berbicara baik atau diam, memuliakan tamu, dan menghormati tetangga adalah adab yang sangat luar biasa yang tidak boleh kita remehkan, dan perlu untuk selalu kita lestarikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
- Ada 3 yang perlu diketahui.
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً
Dari Abu Al-Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, dan kelapangan bersama kesempitan, dan kesulitan bersama kemudahan.” (H.R. Ahmad no. 2666)
Kesempitan, kesusahan, kesulitan, kesedihan, dan seterusnya, demikian itu adalah ujian kehidupan yang harus kita lalui dengan kesabaran, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjanjikan kemenangan, kelapangan, dan kemudahan bagi yang yakin dan percaya kepada Allah Ta’ala akan menolongnya.
- Ada 3 nasihat mulia.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata: Suatu saat saya berada dibelakang nabi shallallahu’alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, “Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu empat perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu, jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. (H.R. At-Tirmidzi 2516, shahih Al Albani)
Menjaga Allah Ta’ala maksudnya adalah kita menjaga hak-hakNya, melakukan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
- Ada 3 yang berlaku baginya hukuman mati.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِي وَالْمَارِقُ مِنْ الدِّينِ التَّارِكُ لِلْجَمَاعَةِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Darah seorang muslim yang telah bersyahadat laa-ilaaha-illallah dan mengakui bahwa aku utusan Allah terlarang ditumpahkan selain karena alasan diantara tiga; membunuh, berzina dan dia telah menikah, dan meninggalkan agama, meninggalkan jamaah muslimin.” (H.R. Al Bukhari no. 6878 dan Muslim no. 1676)
Demikian khutbah pertama, semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua termasuk dalam hamba-hambaNya yang senantiasa memperhatikan apa yang disampaikan oleh-Nya Ta’ala dan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ
رَبَّنَا اَتِنَافىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia