Khutbah Jumat
Antara Islamisme dan Islamofobia
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ
Kaum muslimin jamaah Jumat rahimakumullah
Viral sebuah isu, siswi non-muslimah yang kata walinya dipaksa mengenakan jilbab di sekolahnya, padahal hanya miskomunikasi belaka antara si wali dan kepala sekolah, sekedar berupa imbauan bukan paksaan, dan aturan siswi berjilbab sudah 15 tahun, maka mengapa baru diributkan?! bahkan ada niat baik pihak sekolah yang menerapkan siswi-siswinya memakai jilbab, di antaranya sebagaimana berita yang terlangsir:
1. Untuk memperdangkal jurang antara si kaya dan si miskin. Tidak semua orang tua mampu membelikan anting emas untuk anak gadisnya, kalung emas, dan lainnya. Ketika mereka berjilbab, semua tertutup, tidak kelihatan lagi jurang pemisah si kaya dan si miskin.
2. Untuk menurunkan angka kasus demam berdarah atau DBD karena tak ada lagi tempat untuk nyamuk menggigit, dan ini sudah terbukti, apalagi para wanita yang lebih perlu terjaga kulitnya.
3. Untuk mengurangi rasa dingin pada mereka, karena suhu di sumbar cukup dingin, dan niat baik lainnya.
Namun sangat disayangkan, berita diskomunikasi itu tersebar luas, seakan-akan islam adalah agama pemaksa, seolah-olah islam ajarannya intoleran, dan serasa islam itu agama pemecah belah bangsa. Padahal tidak ada paksaan dalam islam, Allah Ta’ala berfirman,
لَاۤ إِكۡرَاهَ فِی ٱلدِّینِۖ قَد تَّبَیَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَیِّۚ فَمَن یَكۡفُرۡ بِٱلطَّـٰغُوتِ وَیُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِیعٌ عَلِیمٌ
Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah 256)
Allah Ta’ala telah memberikan gambaran toleransi sebenarnya dalam surah al-Kafirun ayat terakhir,
لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (Q.S. Al-Kafirun, Ayat 6)
Dengan ini, maka jelas bahwa islam sangat menjunjung tinggi sikap toleransi antar ummat beragama, sangat menghormati dan menghargai penganut agama lain, tidak memaksa mereka dan di samping itu tidak pula ikut-ikutan dengan ciri khas agama mereka.
Kaum muslimin rahimakumullah
Pada kesempatan jumat yang berkah ini, dengan izin Allah Ta’ala, kami selaku khatib akan menjelaskan secara ringkas mengenai islamisme dan islamofobia, apa saja yang perlu dipahami dan diperhatikan dari keduanya? melihat merebaknya orang-orang di luar islam bahkan yang mengaku muslim namun mereka sendiri selalu menyudutkan dan mendiskriminasi agama islam.
Islamisme dalam kamus besar bahasa indonesia artinya adalah ajaran islam, sedangkan islamofobia artinya adalah fobia terhadap islam atau penganut islam. Dalam wikipedia, islamofobia diartikan sebagai istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap islam dan muslim.
Islam adalah agama yang penuh dengan akhlak mulia. Di dalam al-Quran Nabi shallallahu alaihi wasallam disifati memiliki akhlak yang sangat terpuji
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Q.S. Al-Qalam, Ayat 4)
Beliau adalah suri teladan, panutan, dan idola terbaik sepanjang masa. Allah Ta’ala berfirman,
لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Q.S. Al-Ahzab, Ayat 21)
Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah ajaran rahmat, ajaran kasih sayang kepada seluruh alam. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (Q.S. Al-Anbiya’, Ayat 107)
Bahkan kepada binatang sekalipun, perhatikan bagaimana islam memerintahkan kita berlaku baik kepada hewan apatahlagi sesama manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, tajamkan pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu.” (H.R. Muslim 1955)
Disebutkan sebuah kisah bahwa ada seorang yang Allah Ta’ala mengganjarnya dan berterima kasih kepadanya serta mengampuninya hanya karena memberi minum kepada seekor anjing. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَا رَجُلٌ بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَا خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّه وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ لَأَجْرًا فَقَالَ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
“Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan, lalu dia merasakan kehausan yang sangat. Kemudian dia dapatkan sebuah sumur lalu dia turun ke sumur itu lalu minum dari air sumur tersebut. Kemudian dia keluar ternyata didapatkannya seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang itu berkata, “Anjing ini sedang kehausan seperti yang aku alami tadi”. Maka dia (turun kembali ke dalam sumur) dan diisinya sepatunya dengan air dan sambil menggigit sepatunya dengan mulutnya dia naik keatas lalu memberi anjing itu minum. Kemudian dia bersyukur kepada Allah maka Allah mengampuninya”. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dapat pahala dengan berbuat baik kepada hewan?” Beliau ﷺ menjawab, “Terhadap setiap makhluk bernyawa diberi pahala”. (Muttafaqun ‘Alaihi, H.R. Al-Bukhari 2466 dan Muslim 2244)
Pada kisah yang lain bahwa seorang wanita menjadi penghuni neraka dikarenakan menyiksa kucing. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
“Ada seorang wanita disiksa disebabkan seekor kucing yang dikurungnya hingga mati kelaparan lalu wanita itupun masuk neraka karena dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak melepaskannya sehingga dia dapat menyantap serangga tanah”.
(Muttafaqun ‘Alaihi, H.R. Al-Bukhari 3482 dan Muslim 2242)
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain yang membuktikan bahwa ajaran islam itu adalah agama yang menjunjung tinggi akhlak mulia.
Jika ada orang mengaku muslim namun berbuat kesalahan, menteror, menakut-nakuti, membahayakan orang lain, dan seterusnya, maka jangan salahkan islamnya tapi salahkan pelakunya, karena boleh jadi orang tersebut hanyalah musuh dalam selimut, atau belum tahu akhlak islam sebenarnya, dan kemungkinan yang lainnya.
Jamaah jumat yang berbahagia
Islamofobia yang ada dan terjadi di beberapa negara terutama di negara-negara barat, ketakutan yang menghampiri para pembenci islam tidak lain kecuali karena mereka menilai segelintir muslim yang tidak berakhlak islam, padahal islam tidaklah mengajarkan kecuali yang baik-baik saja, atau para musuh islam yang membuat makar agar islam terlihat buruk di mata mereka.
Tidak terkecuali indonesia, ada saja islamofobia, ketika isu yang katanya pemaksaan siswi non-muslimah untuk berjilbab padahal tidak ada paksaan, mereka besar-besarkan demi merusak nama baik islam, sedangkan ketika adanya pelarangan jilbab di sebuah sekolah mereka bisu dan buta, seakan tidak terjadi apa-apa.
Di saat agama islam dihujat, dihina, direndahkan, mereka katakan sebagai bagian dari HAM, namun ketika kita menolak ateis, komunis, liberalis, elgebete dan seterusnya, mereka katakan sebagai pelanggaran HAM.
Oleh karena itu, jamaah sekalian.
Mari kita tetap waspada agar tidak diadu domba sesama kaum muslimin, dan selalu memperlihatkan akhlak islam sebenarnya, agar para islamofobia diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala sebagaimana penduduk negara-negara barat telah berkembang dengan pesat yang masuk ke dalam agama islam sebab melihat akhlak yang baik dari kaum muslimin di sana.
Wallahu ta’ala a’lam
Kaum muslimin hafizhakumullah
Demikian khutbah pertama, semoga Allah Ta’ala menjadikan kita hamba-hambaNya yang senantiasa berakhlak mulia dan beragama sesuai ajaran islam sebenarnya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ
رَبَّنَا اَتِنَافىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ
إِنَّ ٱللَّهَ یَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِیتَاۤىِٕ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَیَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡیِۚ یَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia