Khutbah Jumat
Sepertiga Itu Banyak
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral muslimin jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala
Syekh Shalih al-‘Ushaimiy hafizhahullah mengatakan,
مَضَى مِنْ رَمَضَانَ الثُّلُثُ، وَالثُّلُثُ كَثِيْرٌ فَمَنْ أَحْسَنَ فَلْيُكْثِرْ وَمَنْ أَسَاءَ فَلْيَتَذَكَّرْ اللهُمَّ تَقَبٌَلْ حَسَنَاتِنَا وَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ سَيِّئَاتِنَا
“Telah berlalu sepertiga dari bulan Ramadan, dan sepertiga itu banyak. Maka siapa yang telah berbuat kebaikan, hendaklah ia perbanyak lagi. Siapa yang berbuat buruk, hendaklah ia segera sadar. Ya Allah, terimalah seluruh amal kebaikan kami, ampunilah segala dosa kami, dan hapuskanlah semua perbuatan buruk kami.”
Kaum muslimin rahimakumullah
Apa yang telah kita kerjakan selama sepertiga Ramadhan? Apa yang telah kita tuntaskan selama 10 hari Ramadhan? Amalan apa yang telah kita sempurnakan, perbanyak kuantitasnya, dan perbaiki kualitasnya? Adakah kita sadar bahwa hari-hari Ramadhan berlalu begitu cepat?
Allah Ta’ala berfirman,
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ
(Yaitu) beberapa hari tertentu. (Qs Al Baqarah: 184)
Hanya beberapa hari saja Ramadhan datang kepada kita, jangan biarkan lewat begitu saja. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan, ada banyak doa yang bisa dipanjatkan, ada banyak kebaikan yang bisa dikerjakan, dan ada banyak keburukan yang bisa dihindari.
Ramadhan adalah bulan taubat dan istighfar, mari memperbanyak memohon ampunan kepada Allah Ta’ala, apatah lagi di saat berpuasa, shalat malam, dan menghidupkan lailatul qadr, serta di waktu-waktu sahur. Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari 38 dan Muslim 760)
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berqiyam ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759)
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari 1901).
Allah Ta’ala berfirman,
وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ
Dan pada waktu sahur mereka memohon ampunan (kepada Allah). (Qs. Adzdzariyat: 18)
Ramadhan adalah madrasah ketaqwaan, sebagaimana yang kita ketahui di antara makna taqwa adalah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, dan di antara hikmah disyariatkannya puasa adalah agar bertaqwa kepada Allah Ta’ala.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Qs. Al-Baqarah: 183)
Jama’ah Jumat rahimakumullah
Ramadhan adalah bulan bergembira, karena bulan ini adalah karunia dan rahmat dari Allah Ta’ala yang patut kita bergembira dengannya, dan Rasulullah ﷺ telah memberi kabar gembira kepada para sahabat akan kedatangan bulan Ramadhan. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (Qs. Yunus: 58)
Ramadhan adalah bulan al-Quran, ini sangat jelas, karena di bulan inilah al-Quran awal mula diturunkan, tepatnya di lailatul qadr, maka mari memperbanyak berinteraksi dengan al-Quran, bacaan, tadabburan, dan amalan
Ramadhan adalah bulan kesabaran, dengannya Rasulullah ﷺ mewanti-wanti orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus saja, karena tidak sabarnya melakukan ketaatan, menghadapi ujian dan maksiat. Rasulullah ﷺ bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ahmad)
Ramadhan adalah bulan bersyukur, dengannya kita merasakan yang dirasakan oleh orang-orang kelaparan, karena kenikmatan biasanya terlihat nampak saat kehilangan atau tidak melakukannya dalam beberapa saat, seperti halnya puasa tertahan makan dan minum sementara dengannya mengingatkan penderitaan orang lain sehingga kita bisa bersyukur lebih banyak
Ramadhan adalah bulan doa, ayat doa berada di sela ayat-ayat puasa dan Ramadhan, Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Qs. Al-Baqarah: 186)
Ramadhan adalah bulan kemenangan dan kemerdekaan, betapa banyak penaklukan dan pertolongan Allah Ta’ala datangnya di bulan Ramadhan, seperti perang Badr, fathu Mekah, perang qadisiyah, perang salib, bahkan kemerdekaan Indonesia di bulan suci Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan sedekah, ini terlihat bagaimana Rasulullah ﷺ adalah paling dermawan dan lebih tampak kedermawanan beliau di saat Ramadhan. Begitu juga Ramadhan adalah bulan akhlak karimah, Ramadhan adalah bulan muraqabah merasa diawasi oleh Allah Ta’ala.
Bahkan Ramadhan adalah bulan kesehatan, yang mana kita kenal bahwa sumber penyakit berasal dari perut, dengan puasa seseorang bisa mendapatkan keutamaan akhirat dan keutamaan dunia sekaligus. Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
“Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349)
Jama’ah Jumat yang berbahagia
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang sepertiga yang kita lalui di bulan Ramadhan, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, dan semoga Allah Ta’ala mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
