Rumah tangga sering diibaratkan dengan bahtera atau kapal yang sedang berlayar di samudera yang luas, dalam perjalanannya akan menghadapi suasana cuaca yang baik, air laut tenang, angin semilir yang membuat hati ikut senang dan gembira, lautan yang luas bagaikan permadani biru yang menyejukkan mata memandang, ikan-ikan laut yang melompat-lompat kelihatan kilatan sisiknya, sungguh suasana yang sangat indah mempesona hati.
Namun terkadang ombak yangmenggulung – gulung, badai atau topan yang menghempaskan kapal ke kanan dank e kiri yang membuat kapal menjadi oleng bahkan menjadi karam, demikianlah perumpamaan rumah tangga yang sedang dibangun bagaikan bahtera di tengah lautan.
Diantara bahaya – bahaya yang mengancam keutuhan dan keharmonisan rumah tangga itu bisa kita sebutkan ke dalam lima hal berikut:
- Pasangan Berselingkuh
Perselingkuhan dalam rumah tangga sekarang ini menjadi penyebab utama kehancuran rumah tangga. Fenomena perselingkuhan ini telah mewarnai kehidupan dalamn zaman modern, karena suami ataupun istri bergaul dengan orang lain ketika bekerja di kantor atau mealkukan bisnis perniagaan, dimana intensitas pertemuan dengan lawan jenis sudah tidak dapat dihindari lagi, disamping memang factor kebutuhan dan tuntutan kerja.
Mitra bisnis yang tadinya pembicaraan seputar masalah usaha, bisnis, atau pekerjaan, terkadang berlanjut kepada masalah pribadi dan rumahtangga, karena sudah merasa bersahabat dan berteman, maka terbuka peluang untuk saling berempati dan berlanjut pada hubungan terlarang. Sehingga terjadilah perselingkuhan.
Solusinya, adalah masing – masing pasangan memperkuat komitmen pernikahan yang telah mereka bina, dan memperkuat keimanan di dalam dada, hanya kekuatan keimanan yang dapat mengatasi dan menghindarkan terjadinya perselingkuhan tersebut. Perlu peningkatan rasa saling percaya kepada pasangan, serta menjauhkan kecurigaan yang tidak beralasan, rasa cemburu dan kecurigaan yang berlebihan dapat mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga, seorang suami yang selalu dicurigai istri akan merasa tidak nyaman, begitu pula dengan istri yang selaul dicemburui suami secara berlebihan akan merasa tersiksa batinnya.
- Penghasilan Suami Tidak Mencukupi Kebutuhan Rumah Tangga
Apabila penghasilan suami tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar dalam rumah tangga, dampaknya akan timbul problem serius dalam rumah tangga. Karena itu, istri harus memahami kondisi ekonomi suaminya dan berusahameringankannya. Jangan sampai malah menambah beratnya beban ekonomi dengan tuntutan – tuntutan yang tidak mampu dipenuhi oleh suami. Atau istri tidak dapat mengatur keuangan keluarga karena boros dalam belanja. Terkadang pikiran – pikiran negatif untuk memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, apabila lemah keimanan maka timbullah perbuatan – perbuatan kriminal, menggunakan cara – cara mistik, seperti sihir dan perdukunan. Bahkan bisa terjerumus ke dalam prostitusi, narkoba serta pelaku negatif lainnya.
Solusinya adalah dengan berusaha keras dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan mendekatkan diri kepada Allah subahanahu wata’ala, yang maha kuasa melalui ibadah seperti tahajjud, shalat hajat, shalat dhuha dan berdzikir serta berdoa agar diberi kemudahan dan menemukan jalan keluar dari masalah ekonomi tersebut.
- Suami Suka Berjudi
Perjudian adalah perbuatan yang telah dilarang, baik agama maupun undang – undang Pemerintah. Apabila kebiasaan judi ini terjadi pada suami, maka rumah tangganya akan terancam keharmonisannya. Orang yang sudah dikuasai nafsu judi ini akan melakukan tindakan – tindakan kriminal, baik kepada keluarganya sendiri, maupun kepada orang – orang di lingkungannya. Tidak ada orang yang kayak arena judi, yang ada, justru adalah jatuh miskin, rumah tangga berantakan dan anak – anak menjadi korban kekerasan orang tua.
Berjudi lebih hebat dampaknya dari bencana kebakaran. Sebab sehebat – hebatnya kebakaran, masih menyisakan tanah dari rumah yang terbakar. Sementara judi, tanah pun bisa ‘raib’ karena menelan kekalahan. Naudzubillah min zdalik.
Karena itu, solusinya harus segera meninggalkan perbuatan judi tersebut dengan tindakan dan sikap positif, serta mencari kerja yang halal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
- Suami Kurang Mampu Melakukan Hubungan Intim Secara Sempurna
Hal ini bisa disebabkan impotensi atau Ejakulasi Dini. Dalam masyarakat disebut mati pucuk, kalah sebelum bertanding, layu sebelum berkembang, menggebu – gebu dalam bercumbu, namun si Jago tidak dapat bangun, alias loyo. Masalah ini kalau tidak dicarikan solusinya akan mengancam keutuhan rumah tangga, seorang istri yang pada awalnya tidak pernah memikirkan hal ini namun karena tuntutan biologis dari dalam dirinya, membuat ia gelisah, dan lama – kelamaan membuat jalinan kasih menjadi hambar. Sehingga akan muncul pertengkaran – pertegkaran keci, yang akan menjadi konflik besar dan dapat berujung di pengadilan, yaitu perceraian.
Dari pihak istri dapat juga terjadi. Dimana istri dingin dalam berhubungan intim yang disebut frigiditas, atau dia mengalami keputihan yang mengganggu hubungan intim tersebut. Hal ini dapat membuat suami menjadi tidak stabil emosinya. Sehingga keluarlah ungkapan – ungkapan kasar yang tidak dapat diterima oleh hati sang istri, lebih jauh lagi dapat mengarah kepada kekerasan fisik sehingga mahligai rumah tangga berada di ujung tanduk yang akhirnya terjadilah perceraian.
Menghadapi persoalan pelik seperti ini perlu menghadapinya dengan jiwa besar dan berusaha mencari solusi terbaik untuk penyembuhan kedua belah pihak. Karena impotensi maupun frigiditas dan gangguan disfungsi seksual sebetulnya dapat disembuhkan. Berhubungan seks antara suami dan istri adalah masalah penting, namun bukanlah segal –galanya.
Solusinya adalah, berusaha untuk menerima kondisi pasangan dengan ketulusan hati dan kebesaran jiwanya, menjadikan mahligai rumah tangga sebagai sarana ibadah kepada Allah subahanahu wata’ala,, sehingga kekurangan tersebut dapat diterima, serta melakukan upaya – upaya pengobatan yang tidak bertentangan dengan nilai – nilai ajaran islam.
- Suami Tidak Memperhatikan Kondisi Psikologi Istri Dalam Berhubungan Seks
Suami yang mampu melakukan hubungan intim dan sang istri yang sehat akan dapat melakukan hubungan seksual yang optimal. Namun terkadang, terjadi sang suami tidak memperhatikan kondisi psikis istrinya. Ia hanya memuaskan hasratnya semata. Setelah tercapai, ia puas dan langsung tertidur mendengkur. Dengkurannya yang berirama menjadi tanda kepuasan setelah berhubungan. Sementara istri tinggal dalam keadaan masih membara karena belum orgasme. Bahkan ada yang tidak pernah mengalami orgasme. Anak tetap lahir namun si istri tidak puas. Kondisi ini kalau tidak dibicarakan secara terbuka dan suami tidak mau tahu, dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Istri tidak bahagia, dan perasaan yang dipendam seperti ini akan sampai pada puncaknya. Dimana akan hilang rasa cinta kepada suami. Rumah tangga akan kurang hangat, begitu ada masalah, akan menjadi pemicu persoalan besar. Bahkan tak jarang,istri malah akan mencari penyaluran terlarang, di belakang suami dia puaskan hasrat biologisnya dengan orang lain. Bisa jadi mantan pacarnya, kenalan dekatnya, teman sekantor ataupun tetangganya. Inilah yang dikenal dengan perselingkuhan, ketika masalah ini terbongkar, maka suami rumah tangganya akan mengalami karam, tenggelam di tengah perjalanan.
Solusinya adalah dengan merenungi sabda Nabi Salallahu ‘alahi wassalam:
Barangsiapa di antara kamu menyetubuhi istrinya, tunjukkanlah kelaki-lakiannya padanya, jika dia telah mencapai kepuasan sedangkan istrinya belum, janganlah terburu – buru meninggalkannya sehingga dia dapat mencapai kepuasannya (HR. Anas bin Malik).
Perlu kebijaksanaan suami dalam mereguk kesenangan berhubungan intim, dan perlu juga keterbukaan sang istri dalam menyampaikan kepada suami yang dicintainya tentang ketidakpuasannya dalam berhubungan. Dengan adanya saling terbuka, dan ada itikad baik untuk mencari solusi, maka rumah tangga akan terjaga dan keharmonisan akan terpelihara.
Wallohu a’lam bi as-Showab.
Referensi:
Baiti Jannati; Upaya meraih Keluarga Sakinah Oleh Dr. Ibdalsyah, MA. Bogor, Azam Dunya Bogor, 2014, hlm. 109 – 115
