♻ Pertanyaan❓
Assalamualaikum,
Saya ingin tanya, bagaimana jika seorang penghafal qur’an (hafidz) tidak memurojaaah hafalannya dan bahkan sampai melupakan hafalannya. Apakah ia berdosa atau tidak. Kalo berdosa apakah ada dalilnya baik qur’an maupun hadist ?
♻ Jawaban📮
Secara hukum dia tidak berdosa, akan tetapi disyariatkan bagi seorang muslim untuk selalu menjaga dan memelihara hafalan Al-Quran agar tidak hilang dari ingatannya. karena ada keutamaan yang sangat besar untuknya.
Di antara hadits nan agung yang ada terkait dengan keutamaan penghafal Al-Qur’an adalah hadits Abdullah bin Amr dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ – يَعْنِي لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ -: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا ، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا (رواه الترمذي، رقم 2914 وقال : هذا حديث حسن صحيح ، وصححه الألباني في صحيح الترمذي)
“Dikatakan –yakni penghafal Al-Qur’an-, bacalah, mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau (membaca) secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu (pada hari kiamat) di akhir ayat yang engkau abaca.” (HR. Tirmizi, no. 2914, dia mengatakan, ‘Hadits ini hasan shahih. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Tirmizi)
Mayoritas ulama mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan ‘Shohibul Al-Qur’an’ adalah orang yang dapat merealisasikan dua hal; Menghafal dan mengamalkan. Bukan sekedar orang yang menghafal saja tanpa diamalkan, bukan juga orang yang bagus bacaannya tanpa menghafal.
Dan Nabi memerintahkan untuk menjaga hafalan kita ,sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا
“Jagalah Al-Quran. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh Al-Quran itu lebih mudah lepas daripada seekor unta yang lepas dari talinya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 5033 dalam kitab Fadha’il al-Qur’an, bab (22), dan diriwayatkan Muslim, no. 791 dalam kitab Shalat orang yang bepergian dan qashar, bab (23) dari hadits Abu Musa al-Asy’ari z.)
Dan juga yang sangat penting adalah mempelajari dan memahami ayat-ayat Al-Quran kemudian mengamalkannya. Karena barangsiapa yang mengamalkan Al-Quran, maka Al-Quran tersebut akan menjadi hujjah baginya (akan membelanya di hadapan Allah). Dan barangsiapa yang tidak mengamalkan Al-Quran, maka Al-Quran tersebut akan menjadi bumerang dia. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .
وَ الٌُقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
“Dan Al-Quran itu bisa menjadi hujjah bagimu (membelamu) dan bisa menjadi hujjah atas kamu (mengancammu).” (Riwayat Muslim dari hadits Al-Harits Al-Asy’ari yang panjang).
🔰 Dijawab Oleh
Ust. Ardian Kamal, Da’i Kantor Dakwah Kota Riyadh, Arab Saudi.