Khutbah Jumat
Keamanan
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jama’ah Jumat rahimakumullah
Marilah kita terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan menambah kualitas ketaatan seraya memperbanyaknya dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, serta melimpahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ.
Pada 22 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) memutuskan untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR bukanlah tentara resmi negara, melainkan wadah untuk menampung bekas anggota PETA (Pembela Tanah Air), Heiho, dan para pemuda yang berpengalaman militer.
Latar belakangnya yaitu setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Namun, keamanan dalam negeri masih belum stabil karena adanya ancaman dari sisa-sisa tentara Jepang, sekutu, maupun potensi kembalinya Belanda. Untuk itu, dibentuklah suatu badan yang mengurus pertahanan dan keamanan. Fungsi dan perannya di antaranya:
Pertama: Mengatur keamanan dan ketertiban masyarakat pasca-proklamasi.
Kedua: Menjadi cikal bakal tentara nasional, meskipun awalnya lebih bersifat sukarela dan tidak dipersiapkan sebagai angkatan perang.
Ketiga: Menjaga kedaulatan Indonesia dari gangguan pihak luar maupun dalam negeri.
Karena situasi semakin genting, BKR kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, yang selanjutnya berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Para anggota BKR banyak berasal dari kalangan santri, pemuda Islam, dan bekas pasukan PETA yang sebelumnya terdidik dalam semangat pengorbanan.
Jama’ah jumat rahimakumullah
Nikmat keamanan adalah anugerah besar. Tanpa keamanan, ibadah dan aktivitas hidup akan terganggu. Allah ﷻ mengingatkan kaum Quraisy,
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
“(Allah) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 4)
Tafsir ayat ini menunjukkan bahwa rezeki dan keamanan adalah dua nikmat pokok yang wajib disyukuri, karena keduanya saling melengkapi. Rezeki menjaga kelangsungan jasad, sementara keamanan menjaga ketenteraman jiwa; tanpa salah satunya, manusia tidak bisa hidup tenang dan beribadah dengan baik.
Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa orang yang aman di lingkungannya bagaikan memiliki dunia seisinya,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di pagi hari merasakan dirinya aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi dan lainnya)
Kaum muslimin rahimakumullah
Sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, doa untuk keamanan negeri sudah diajarkan.
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Rabb, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya’…” (QS. Al-Baqarah: 126)
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam lebih dahulu memohon keamanan bagi negerinya sebelum memohon rezeki, yang menegaskan bahwa keamanan adalah doa para nabi sekaligus syarat utama bagi kemakmuran dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Allah ﷻ mengancam jika nikmat keamanan tidak disyukuri, maka bisa dicabut dan diganti dengan rasa takut
فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
“Maka Allah merasakan kepada mereka pakaian lapar dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112)
Doa Nabi ﷺ,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.” (HR. Ahmad dan lainnya)
Doa Nabi ﷺ ini menunjukkan betapa besarnya nilai nikmat al-‘afw (ampunan) dan al-‘āfiyah (keselamatan), karena dengan ampunan Allah dosa-dosa dihapuskan, sedangkan dengan ‘afiyah seorang hamba diberi perlindungan dari berbagai musibah, bahaya, dan ketakutan.
Permintaan ‘afiyah dalam agama berarti dijaga dari fitnah dan penyimpangan akidah; dalam dunia berarti dijauhkan dari kesempitan hidup; dalam keluarga berarti diberi ketenteraman rumah tangga; dan dalam harta berarti dijaga dari kerugian serta mara bahaya.
Oleh karena itu, kata ‘afiyah mencakup makna keselamatan, keamanan, kesehatan, dan ketenteraman lahir batin, yang merupakan salah satu nikmat terbesar yang harus selalu dimohonkan kepada Allah ﷻ.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang nikmat keamanan, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, dan kebaikan untuk pemimpin kita, semoga Allah Ta’ala mengampuni dan merahmati setiap kita, dan mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الحَاجَات
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَأَهْلِنَا، وَلِكُلِّ مَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
