Khutbah Jumat
Komunisme, Musuh Agama dan Kemanusiaan
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jama’ah Jumat rahimakumullah
Marilah kita terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan menambah kualitas ketaatan seraya memperbanyaknya dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, serta melimpahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ
Peristiwa 30 September 1965 atau dikenal dengan G30S/PKI adalah sebuah gerakan politik dan militer yang terjadi pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965. Gerakan ini menargetkan para pimpinan TNI Angkatan Darat. Akibatnya, enam jenderal beserta beberapa perwira lain diculik, disiksa, lalu dibunuh, dan jasad mereka ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Peristiwa ini mengguncang bangsa Indonesia dan menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah nasional.
Pelaku pembunuhan tersebut adalah sekelompok pengkhianat umat dan bangsa yang berpaham komunis, tergabung dalam Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena itu, setiap tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan G30S/PKI sebuah momen untuk mengingat kembali betapa kejamnya ideologi tersebut dan bahayanya jika dibiarkan berkembang. Pada masa pemerintahan Bapak Soeharto, peristiwa ini biasanya diingatkan kepada masyarakat melalui penayangan film G30S/PKI di seluruh stasiun televisi nasional setiap tahunnya.
Meskipun sebagian masyarakat sudah mengetahui sejarah kelam tersebut, penting bagi kita untuk terus mengenalkannya kepada generasi muda. Hal ini dapat dilakukan melalui pembacaan buku-buku sejarah, mendengarkan ceramah, maupun menyimak film dokumenter yang kini banyak tersedia di YouTube dan media sosial. Dengan demikian, kita semua dapat mengambil pelajaran, tetap waspada, serta memastikan agar ideologi komunis yang penuh kebiadaban itu tidak bangkit kembali di negeri tercinta.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Pemahaman agama yang dianut oleh mereka pada hakikatnya adalah pemahaman anti agama. Mereka tidak mengakui adanya Rabb, sehingga tidak peduli dari agama manapun, siapa pun yang berseberangan dengan mereka akan dibantai tanpa belas kasihan. Ideologi seperti ini menjadikan manusia kehilangan arah, terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan maupun tuntunan agama.
Namun, meskipun mereka menolak untuk mengakui keberadaan Allah Ta’ala, sesungguhnya di dalam hati setiap manusia ada fitrah pengakuan terhadap Rabb semesta alam. Hanya saja, kesombongan dan keangkuhan yang lebih mereka kedepankan. Sebagaimana Fir’aun dan pengikutnya yang diceritakan dalam Al-Qur’an,
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. An-Naml: 14).
Kita semua mengetahui ajaran yang dibawa oleh kaum komunis, yakni ajaran yang mengingkari agama dan penuh dengan kekejaman. Sejarah mencatat bagaimana para ulama, kiai, santri, dan umat Islam secara umum menjadi sasaran kekejaman mereka. Mereka diculik, ditangkap, disiksa, bahkan ada yang dibantai dan dikubur hidup-hidup. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan bukti nyata dari kebiadaban yang mereka lakukan terhadap umat dan bangsa.
Oleh karena itu, pemberontakan, penumpahan darah, dan pembunuhan yang dilakukan oleh mereka di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Sejarah kelam itu jangan sampai terulang kembali. Umat harus selalu waspada, menjaga persatuan, serta berpegang teguh pada agama agar tidak tertipu oleh ideologi yang sesat dan menyesatkan.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Seringkali Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an menyampaikan kisah-kisah orang terdahulu, baik kisah para nabi dan rasul, kaum yang beriman, maupun kisah orang-orang yang ingkar dan mendustakan, agar dijadikan sebagai pelajaran berharga dan diambil hikmahnya oleh umat yang datang kemudian. Kisah-kisah tersebut bukan sekadar cerita sejarah tanpa makna, melainkan sarana pendidikan, peringatan, dan penguat iman bagi orang-orang yang mau merenung.
Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf: 111).
Ayat yang agung ini menegaskan bahwa orang-orang berakal sehat akan selalu mengambil ibrah dari peristiwa masa lalu, sehingga mereka tidak jatuh ke dalam kesalahan yang sama, dan sebaliknya dapat meneladani jejak kebaikan orang-orang yang diridhai Allah. Dengan demikian, mempelajari sejarah bukanlah sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga sebagai bekal untuk melangkah di masa kini dan masa depan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
“Orang mukmin tidak akan terperosok dua kali pada satu lobang.” (Muttafaqun ‘Alaihi, HR Al-Bukhari 6133 dan Muslim 2998)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Benteng terkuat untuk melawan segala ideologi sesat, termasuk komunisme, adalah keimanan yang kokoh. Seorang mukmin yang hatinya penuh dengan tauhid, rajin menegakkan shalat, membaca Al-Qur’an, serta berzikir kepada Allah, tidak akan mudah dipengaruhi oleh pemikiran yang menolak agama. Maka marilah kita memperkuat iman dan ketakwaan kita, menjaga keluarga dari pengaruh buruk, serta mendidik anak-anak dengan aqidah Islam yang lurus agar mereka tumbuh menjadi generasi yang selamat dunia dan akhirat.
Selain itu, umat Islam harus senantiasa menjaga persatuan dan ukhuwah. Musuh-musuh Islam biasanya masuk melalui pintu perpecahan, dengan mengadu domba, menanamkan kebencian, dan melemahkan kepercayaan kepada ulama. Karena itu, jangan sampai kita terpecah hanya karena urusan dunia, tetapi hendaklah kita bersatu di atas kalimat tauhid dan syariat Allah. Dengan persatuan, insyaAllah kita akan kuat, dan Allah akan menjaga negeri ini dari fitnah ideologi sesat yang mengancam iman dan keselamatan bangsa.
Kaum muslimin jama’ah jumat rahimakumullah
Demikian khutbah pertama ini, masih banyak hal tentang bahayanya komunisme, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, dan kebaikan untuk pemimpin kita, semoga Allah Ta’ala mengampuni dan merahmati setiap kita, dan mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الحَاجَات
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَأَهْلِنَا، وَلِكُلِّ مَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Penulis: Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia
