Tadabbur Al Qur’an Q.S an-Naba 24-27
Surah An Naba adalah surah yang ke-78, terdiri dari 40 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan Surah Makkiyyah karena turun di kota Mekkah.
Surah An Naba berarti Berita Besar serta mempunyai nama lain yaitu: ‘Amma Yatasaa alun.
Ayat 24:
لَا يَذُوۡقُوۡنَ فِيۡهَا بَرۡدًا وَّلَا شَرَابًا
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
Ayat 25:
اِلَّا حَمِيۡمًا وَّغَسَّاقًا
selain air yang mendidih dan nanah,
Ayat 26:
جَزَآءً وِّفَاقًا
sebagai pembalasan yang setimpal.
Ayat 27:
اِنَّهُمۡ كَانُوۡا لَا يَرۡجُوۡنَ حِسَابًا
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
Adapun tadabbur dari Surah An-Naba ayat 24-27 sebagai berikut:
- Ayat ini menggambarkan tentang kondisi yang akan dialami oleh penghuni neraka Jahannam.
- Urgensinya kita memohon kepada Allah perlindungan dari kejelekan-kejelekan dan adzab Jahannam
- Kita harus menyadari dengan turunnya hujan adalah salah satu nikmat Allah, musim hujan membawa kesejukan, jangan sampai menjadikan kita kufur nikmat. Karena kondisi tidak adanya kesejukan adalah contoh adzab yang diberikan kepada penghuni Jahannam.
- Adapun ketika mereka (penghuni neraka) mendapatkan minuman dalam kondisi gerah justru air yang mendidih, wal’iyadzubillah.
- Salah satu adzab juga dalam Jahannam adalah dingin yang bukan membawa kesejukan melainkan meremukkan tubuh.
- Sebagai pembalasan setimpal. Ketika kita menarik kesimpulan ke dalam kehidupan masyarakat atau dunia Pendidikan berkaitan dengan pemberian hukuman. Dalam memberikan teuguran kepada murid adalah sebaiknya yang setimpal karena terkadang kita menaruh dendam kepada orang yang melakukan kesalahan sehingga kita memberikan perkataan kasar. Sebagai guru kita memberikan teguran yang baik kepada murid kita.
- Ayat ini adalah adalah sebuah kabar/berita peringatan yang menakuti orang yang suka berbuat dosa dan masksiat, bahwa tunggulah balasan dari Allah terhadap apa yang didustakan.
- Sekecil apapun dosa yang kita perbuat akan dibalas oleh Allah. Khususnya orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah dan orang muslim yang “Islam KTP”.
- Para penuntut ilmu yang memahami hakikat kehidupan akan senantiasa berhati-hati terhadap apa yang dilakukan selama hidup di dunia. Seorang penuntut ilmu akan berusaha mendapatkan balasan terbaik di akhirat kelak. Adapun bagi orang-orang yang tidak mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya maka mereka tidak menyangka bahwa apa yang mereka perbuat akn mendapat balasn. Kesimpulannya: Allah maha Adil terhadap setiap hambanya
- Jika di dunia, apabila manusia merasa kepanasan dan haus maka mereka akan berusaha untuk menghilangkan dahaganya dengan meminum minuman yg segar dan mencari tempat yang sejuk. Tapi penduduk neraka yang diazab oleh Allah, tidak akan bisa merasakan kesejukan dan minuman yg menyegarkan untuk menghilangkan sedikit saja panasnya api neraka.
- Para pengunu neraka adalah mereka yang tidak pernah mengharapkan hari perhitungan, mereka tidak percaya akan ada nya hari kebangkitan, dan tidak percaya semua yang kita lakukan di dunia ini akan mendapatkan balasan. Akibatnya, mereka terlena dengan kehidupan dunia dan tidak pernah memikirkan tentang kehidupan setelah kematian.
- Mereka yg melampaui batas akan diberikan balasan tanpa belas kasih sama sekali, mereka tidak pernah merasakan kenyamanan dan kesejukan, kenyamanan beristirahat dari panasnya neraka.
- Tidak ada kesejukan dan kenyamanan dari siksa neraka yant tidak mengenal ampun, bahkan sekedar mendapatkan hembusan angin pun tidak. Itulah balasan bagi orang yg tidak meyakini adanya hari pembalasan.
- Dari ayat tersebut 24 dan 25, Allah menggambarkan tentang balasan kepada manusia yang selama di dunia gemar bermaksiat. Hikmah Allah telah mengabarkan kepada kita tentang balasan atas dosa-dosa adalah: (1) sebagai bentuk kasih sayang Allah supaya kita berhati-hati dalam berbuat, Karena ada balasan yang akan kita tuai kelak; (2) sebagai bahan renungan agar kita dari sekarang menahan diri dalam melakukan kejahatan dan perbuatan haram.
- Orang-orang yang melampaui batas adalah orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat. Maka disediakan bagi mereka azab yang pedih.
- Dengan adanya kabar/gambaran siksa maka kita seharusnya bertambah rasa takut kita dalam melakukan dosa bukan sebaliknya berleha-leha dengan dosa yang sengaja lakukan
- Kita seharusnya bersungguh sungguh dalam beribadah dan mempersiapkan diri/bekal menghadapi hari akhir.
- Dunia adalah tempat kita bekerja (beramal) dan di akhirat Allah berikan tempat istirahat terbaik (surga). Orang yang bersantai-santai (tidak beramal di dunia) maka di akhirat Allah memberikan balasan berupa neraka yang di dalamnya tidak ada waktu istirahat.
- Membaca ayat ini, sungguh sangat mengerikan dan membuat merinding. Membayangkan saja bahwa neraka adalah tempat yg panas sudah cukup untuk membuat kita gerah dan kehausan, apalagi Allah masih menyiapkan air minum untuk para penghuni neraka berupa air yg mendidih dan air dingin berupa nanah.
- Air panas di dunia saja dapat membuat lidah kita terluka dan kita tidak bisa meminumnya, apalagi dengan air yg mendidih yg suhunya 100°c yang akan merusak perut kita, tapi penghuni neraka akan tetap meminumnya karena kehausan yang amat sangat serta pilihan yang tidak tersedia.
- Ayat ini memotivasi kita untuk beramal soleh dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.
- Ayat yang memberikan gambaran tentang balasan yang setimpal bagi orang-orang yang mengingkari hari pembalasan. Kami berlindung kepada Engkau Ya Rabbi, dari azab kubur dan juga siksaan neraka.